NEGERI SERBA ILUSI


Oleh : Zahida Arrosyida

Warganet Indonesia kembali tergelitik saat membaca berita viral tentang munculnya beberapa kerajaan yang menawarkan ilusi kebahagiaan, kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

Pernah heboh dengan kasus kerajaan Ubur-ubur dan kerajaan Eden, kini muncullah kerajaan Keraton Agung Sejagat (SAK) yang mengklaim sebagai penerus Kerajaan Majapahit. Pengikut Keraton Agung Sejagat diketahui wajib membayar iuran Rp 3 juta dan telah terekrut 450 warga. Uang itu digunakan sebagai biaya pendaftaran setelah membayar uang pendaftaran Keraton menjanjikan para anggota akan mendapat gaji dalam bentuk dollar tiap bulan.

Tak berselang lama setelah Keraton Agung sejagat, warganet dihebohkan oleh kemunculan Kekaisaran Sunda Empire - Earth Empire (SE-EE). Perkumpulan yang mendasarkan diri pada romantisisme sejarah pada masa lalu, di mana mereka mencita-citakan kerajaan Sunda akan kembali menjadi besar sebagaimana pada masa Tarumanegara. Mereka mengklaim sebagai kekaisaran yang besar antara bumi dan matahari. Gerakan ini bermula hanya sebatas pada sosial media yang kemudian akhirnya terbentuk secara nyata dan viral setelah akun Facebook dari seseorang yang diduga anggota dari Sunda Empire bernama Renny Khairani Miller melakukan unggahan status yang membuat geger pengguna Facebook.

Kepala pusat penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bachtiar menyebut kerajaan-kerajaan baru seperti Keraton Agung sejagat dan Sunda Empire dikelola oleh orang yang tidak waras. Bachtiar menyebut kelompok itu menyalahgunakan organisasi kemasyarakatan. Mereka mengemas dengan kegiatan kebudayaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Senada dengan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa dengan Emil juga mengatakan merasa ironis dengan keberadaan kelompok yang mengklaim telah menciptakan sebuah tatanan baru bernegara. Emil mengatakan banyak orang stress di Republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang seringkali berupa romantisme sejarah.
Sosiolog UNPAD Ari Ganjar Herdiansyah juga menuturkan kehadiran kerajaan-kerajaan itu dapat dipandang sebagai fenomena dimana masyarakat mencari alternatif ditengah ketidakpastian hidup.

KAPITALISME DAN SEKULERISME BIANG MASALAH.

Fenomena di atas adalah konsekuensi logis dari penerapan ideologi kapitalis dan sekuler di negeri ini.

Kapitalisme rusak dan merusak. Itulah sebutan yang tepat untuk sistem yang sekarang sedang mendominasi kehidupan manusia. Kapitalisme ideologi yang menuhankan materi. Segala sesuatu diukur dengan capaian materi dan uang. Standar baik dan buruk adalah uang. Standar bahagia dan tidak bahagia adalah uang. Dikatakan baik dan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh jika dianggap bisa menghasilkan banyak uang. Akan berbahagia dan merasa terhormat jika memiliki banyak uang dan kekayaan.

Kapitalisme dan sekularisme memang lahir di negara barat yang sejak awal memang kafir, namun sekarang ideologi ini tidak hanya diterapkan di negeri tempat kemunculannya, di negeri-negeri muslim pun tidak ada beda, sama-sama mengemban ide sesat ini.
Kapitalisme bukan hanya memiskinkan rakyat secara materi. Kapitalisme telah merampas dan merusak nilai-nilai kemanusiaan. Kemiskinan adalah salah satu buah busuk kapitalisme, dan aroma kebusukannya telah melemahkan jiwa masyarakat yang berujung pada meningkatnya jumlah orang yang mengalami depresi.

Saat ini tidak berlebihan jika dikatakan masyarakat kita adalah masyarakat yang sedang mengalami depresi sosial. Banyak persoalan yang membelit negeri tidak terselesaikan. Hari demi hari rakyat harus menderita karena berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hukum dan politik.

Masyarakat yang cenderung individualis, apatis terhadap lingkungan, tidak peduli nasib sesama, minimnya pembinaaan agama, dan pendangkalan akidah. 
Pencabutan subsidi rakyat yang berakibat mahalnya harga-harga kebutuhan pokok. Pendidikan mahal, kesehatan mahal dan beban hidup lainnya yang serba mahal. Carut-marut politik yang sangat miris dimana elit politik tidak lagi mengurus rakyat dengan amanah karena saling berkonflik dengan lawan politik, sibuk pencitraan diri, sibuk menutupi kasus-kasus penggelapan uang rakyat, tidak adanya supremasi hukum, hukum yang berpihak pada pemilik modal.
Meningkatnya pengangguran, penggusuran tanah warga, kriminalitas, kejahatan seksual, menjadikan hidup serba penuh kecewa, kecurigaan, persaingan tidak sehat dan lain-lain.

Semua itu memicu depresi sosial di tengah-tengah masyarakat secara kolektif. Sehingga banyak orang tertarik dan bergabung dengan komunitas yang seakan-akan membuat mereka bisa terbebas dari masalah kehidupan yang menghimpitnya. Mereka yang tipis iman dan ilmunya akan mudah bergabung karena sedang mengalami kebuntuan mencari jalan keluar persoalan. Mudah tergiur tawaran yang mempesona dan tidak rasional. Hal ini dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk mencari keuntungan materi.

Di satu sisi pemerintah tidak mengambil tindakan tegas dan antisipatif meskipun kasusnya berulang hingga meresahkan masyarakat dan sudah banyak memakan korban.

ISLAM JALAN CEMERLANG MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN DAN KEADILAN.

Negara memiliki peran yang cukup besar dalam menciptakan depresi di tengah-tengah masyarakat ataukah tidak. Di tangannyalah wewenang mengurusi rakyat berada. Selain itu baiknya manusia bergantung pada baiknya ulama dan penguasa. Sebaliknya rusaknya manusia bergantung pada rusaknya ulama dan penguasa. Itulah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
"Ada dua golongan manusia jika mereka baik maka manusia akan menjadi baik, jika keduanya rusak maka manusia akan rusak. Kedua golongan itu adalah ulama dan penguasa." 
(HR Abu Nu'aim)

Pada mulanya pemenuhan dan kesejahteraan manusia merupakan tugas individu itu sendiri dengan cara bekerja. Jika ia tidak dapat memenuhinya maka negara wajib menyediakannya. Islam telah menetapkan aturan dari Allah SWT yang wajib dilakukan oleh negara demi terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan masyarakat serta menjauhnya gejala depresi sosial dari mereka. Pemerintah wajib menunaikan kewajibannya untuk menjamin terpenuhinya segala kebutuhan pokok setiap individu masyarakat seperti pangan, sandang papan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja dan rasa aman. 
Rasulullah SAW bersabda :

"Pemimpin manusia (kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas pengurusan rakyat."
(HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu negara wajib membina masyarakat dengan Akidah Islam melalui sistem pendidikan Islam. Mengatur media massa hingga tidak menyebarkan budaya hedonistik dan materialistik yang bersumber dari ideologi kapitalisme. Menerapkan hukum-hukum Islam secara total serta mencampakkan akidah dan sistem kehidupan yang materialis dan sekuler. Hanya dengan sikap tegas dari penguasa untuk melakukan hal tersebut depresi sosial dapat dicegah.

Depresi sosial merupakan persoalan kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu solusi untuk mengatasinya harus tepat dan komprehensif tidak bersifat pasif dan Individual. Artinya diperlukan peran masyarakat dan negara untuk mengatasinya bukan sekedar peran individu dan keluarga saja. Asasnya pun Bukan sistem hidup kapitalisme atau sosialisme yang justru mengandung bibit-bibit penyebab depresi. Hanya Islam yang menjadi asas untuk menyelesaikan persoalan depresi sosial ini. 

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus. Maka Ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian Agar kalian bertakwa."
(QS : al-An'am; 153).

Wallahu a'lam
banner zoom