Arti Dunia

Oleh : Ummu Farras

Sahabat, tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk meneguk nikmat dunia. 
Harta, tahta, gelar kebanggaan, menjadikan seseorang lupa diri dan sombong di hadapanNya. 
Gara-gara kenikmatan dunia, tak sedikit pula orang yang tenggelam karenanya. 
Baginya, gemerlap dunia adalah segalanya. Akhirat tak ada artinya. 
Urusan akhirat, gimana nanti saja. 

Cinta dunia pun dapat menjadikan seseorang buta dan tuli terhadap sesamanya. 
Tak peduli lawan ataupun kawan.
Yang pasti, dirinya nyaman di zona aman. Lantas, sebanyak apa sebenarnya arti dunia? 

Dari Al-Mustaurid bin Syaddad –semoga Allah meridhoinya- ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَاللهِّ مَا الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟

“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?”(HR Muslim no 2868).

Dalam hadits lain disebutkan, 

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا كَمِثْلِ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يَرْجِعُ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ

“Perumpamaan antara dunia dengan akhirat ibarat seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat apa yang menempel padanya. Lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuknya”. (HR. Ahmad)

MasyaaAllah. Ternyata arti dunia begitu kecil. 
Hanya bernilai beberapa tetes air saja. Masihkah kita mesti mengejarnya? 
Ataukah kita berputar haluan dan meninggalkannya? 

Mumpung masih ada waktu. 
Tentukan segera pilihanmu. 
Mau tetap bermesra dengan dunia?
Ataukah kembali pada aturan Sang Pencipta?

banner zoom