-->

Tepi Barat DiKlaim Zionis, Mana Solusi Dua Negara? Hanya Utopis!

Tepi Barat DiKlaim Zionis, Mana Solusi Dua Negara? Hanya Utopis! 

Oleh. Susi Ummu Musa

Pemberitaan Gaza memang mulai sepi namun bagi mereka yang masih tetap semangat memberikan perhatian dan dukungannya pantang menyerah dan kalah, masih ada yang peduli dan menjadi garda terdepan untuk kemenangan Gaza Palestina dikemudian hari. 
Tanah para nabi yang masih dan akan terus dilindungi oleh Allah SWT tidak akan pernah dilepaskan dari kaum muslimin. Seperti hadist dibawah ini:

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang teguh di atas kebenaran, mereka menang atas musuh-musuhnya, dan tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, kecuali sekadar kesusahan yang menimpa mereka, sampai datangnya urusan Allah (hari kiamat) sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, di manakah mereka?” Beliau menjawab: “Di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad No. 22320) 

Bentuk penjagaan fisik dan spiritual lainnya adalah jaminan bahwa Dajjal tidak akan pernah bisa memasuki Masjidil Aqsa di Palestina ketika ia membuat kerusakan di seluruh dunia menjelang kiamat seperti hadist dibawah ini;

Dajjal akan mengepung seluruh bumi kecuali empat masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Al-Aqsa, dan Masjid Ath-Thur.” (HR. Ahmad No. 23090, sanadnya dinilai sahih oleh para ulama).

Siapapun yang akan berencana untuk menguasai tanah Palestina tentu dia akan berurusan kepada Allah SWT, sekalipun pihak Zionis telah melakukan kleim terhadap tanah Palestina seperti di Tel Aviv Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa seluruh tiga wilayah administratif di Tepi Barat adalah “milik Israel."

Pernyataan tersebut bertentangan dengan pengaturan yang ditetapkan dalam Kesepakatan Oslo antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Berdasarkan Kesepakatan Oslo II 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dan kendali keamanan Israel. Area C, yang mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat, berada di bawah kendali penuh Israel.

“Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Seluruh tanah itu milik kami. Ini adalah negara kami,” kata Ben-Gvir kepada stasiun televisi sayap kanan Israel Channel 14.

Lantas, mana solusi yang saat itu ditawarkan untuk kedamaian kedua pihak itu? Solusi dua negara yang dibicarakan dunia hanyalah sandiwara belaka, kenyataan nya Zionis hanya sedang menipu saja mereka tidak akan pernah menginginkan solusi dua negara karena faktanya yang mereka inginkan hanyalah melenyapkan masyarakat sipil Gaza dan merampas tanahnya untuk dikuasi. 

Bertahun-tahun Zionis terus mengusik penduduk Gaza dengan cara cara kejam. Serangan brutal, penganiayaan terhadap anak dan perempuan, penghancuran rumah sakit, gedung gedung tinggi, sekolah dan sarana lainnya telah hancur olehnya. 
Dunia belum menemukan solusi karena yang diinginkan negara Adikuasa sebagai sekutunya juga sama ingin melenyapkan penduduk Gaza secara perlahan.

Hanya dengan persatuan umat islam maka solusi bagi Gaza Palestina akan berakhir, jihad melawan Zionis dilakukan dengan adanya komando khilafah. 
Dengan perjuangan menegakkan khilafah kini suatu hal yang sangat penting bagi umat dan harus terus diagendakan yaitu dengan dakwah islam kaffah. 
Umat harus bangkit dengan perjuangan yang hakiki agar fajar kemenangan akan didapatkan Gaza dan nasib Zionis lenyap dibawah negara Khilafah. 

Wallahu a lam bissawab