-->

Ramadhan Berlalu Begitu Cepat, Alangkah Meruginya Manusia Yang Masih Bermaksiat

Ramadhan Berlalu Begitu Cepat, Alangkah Meruginya Manusia Yang Masih Bermaksiat

Oleh. Susi Ummu Musa

Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan kemulyaan diantara bulan yang lain karena bulan Ramadhan begitu dinanti sebab amalan akan dilipat gandakan pahalanya. 
Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan. Keutamaan Bulan Ramadhan sangat besar karena bulan ini dipenuhi dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain sebagai bulan puasa, Allah SWT juga membuka pintu surga selebar-lebarnya dan menutup pintu neraka selama bulan ini. Oleh karena itu, memahami Keutamaan Bulan Ramadhan akan membantu umat Islam untuk lebih maksimal dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan kualitas spiritualnya.

Tanpa disadari telah datang bulan Ramadhan ini namun saat itu juga ramadhan berlalu begitu cepat,tidak terasa sudah diakhir akhir kita menjalani bulan Ramadhan ini dengan penuh harapan agar Allah menerima semua amal ibadah kita selama bulan ini, seperti puasa, sholat ,membaca Alquran, sedekah, dan amalan sunnah lainnya. 

Jika kita masih ingin berlama lama dengan bulan Ramadhan ini lantas bagaimana dengan sebagian kaum muslimin lainnya yang masih enggan mendatangi bulan suci ini dengan hati yang ikhlas. 
Mereka sama sekali masih menutup diri dari agamanya sekalipun keyakinan nya masih percaya kepada Allah SWT. 

Mereka masih tidak menjalankan sholat, puasa bahkan sangat jauh dari aktivitas seorang muslim yang taat kepada Rabbnya, 
Jiwanya masih enggan menjalani aturan islam. 
Alangkah meruginya orang yang tidak segera mengambil ampunan dan rahmat Allah di bulan Ramadhan ini. 

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan karena berharap pahala, niscaya diampuni untuknya dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim. 

Di antaranya hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa yang bangun malam shalat Tarawih di dalam bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masih banyak lagi hadist Rasulullah terkait amalan yang akan menghapus dosa kita yang lalu. 

Terkait hal ini ada juga golongan orang yang merugi dan lalai saat Ramadhan tiba
Berikut 5 golongan orang yang merugi di bulan Ramadan menurut Rasulullah":

1. Orang yang menganggap biasa bulan Ramadan

Tidak ada yang berbeda seperti bulan lainnya sampai Ramadhan berlalu, tentu ini sebuah kerugian yang besar, ia sama sekali tidak menganggap istimewa puasa dan merasakan manfaat bulan suci Ramadhan.

Ia juga tidak segera melakukan kebaikan padahal di bulan suci ramadhan inilah segala pahala dilipatgandakan.

Orang yang menganggap biasa bulan Ramadhan, ibarat orang yang melewatkan ghanimah (harta rampasan perang) yang tidak ternilai harganya.

2. Orang yang Tiba-tiba Berubah Alim hanya pada Bulan Ramadan

Imam Ahmad mengatakan:"Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di Bulan Ramadan saja".

Hal ini nampak pada dari perilaku tidak baik menjadi baik seperti, dari tidak berjilbab kemudian berhijab dari yang tidak shalat kemudian rajin shalat, baik yang wajib maupun sunnah.

Namun, jika nanti selesai Ramadhan manusia itu kembali berbuat maksiat kepada Allah melepas hijab dan tidak lagi ke masjid hingga meninggalkan shalat karena itu tersu berusahalah untuk tetap istiqomah dalam beramal dan berbuat kebaikan.

3. Orang yang Sebatas Menahan Lapar dan Dahaga

Golongan yang ketiga adalah orang yang hanya menahan hawa lapar dan haus saja. Ia tidak merasa bersalah dan berdosa ketika melakukan kemunkaran, menggunjing, menyebar fitnah dan menghina.

Dan pada saat ramadhan tiba, kebiasaan buruk itu tidak juga berubah sehingga Ramadhan tidak membawa pengaruh bagi kehidupannya sehari-hari.

Abu Hurairah radhiyallahu'anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa),".

4. Orang yang Tidak Memanfaatkan Waktu di Bulan Ramadan

Mereka yang tidur pada siang hari di bulan suci ramadhan serta bergadang dan melakukan hal yang sia-sia pada malam harinya itu adalah golongan yang merugi.

Seharusnya di bulan ini, disibukan dengan amal ibadah seperti sholat berjamaah, tadarus dan tadabur Al quran, berzikir, berinfaq, dan sedekah serta kebaikan lainnya.

5. Orang yang Tetap Melakukan Maksiat di Bulan Ramadan

Selama bulan Ramadan terdapat banyak amal yang jika dikerjakan akan menyebabkan mendapat ampunan dari Allah SWT seperti amal puasa.

Rasulullah SAW mengatakan:

"Siapa yang berpuasa dengan motivasi yang benar karena iman dan mengaharp ganjaran dari Allah SWT, Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lewat,".

 Ya Allah turunkanlah rahmat dan ampunanMu kepada umat mu yang senantiasa selalu berada di jalanmu berikanlah hidayah kepada saudara saudara kami yang masih menutup diri dari agama mu dan melalaikan kewajiban berpuasa di bulan suci ini. 

Wallahu a lam bissawab