Dakwah Adalah Aktivitas Terbaik
Oleh : Maulli Azzura
Dakwah adalah satu ibadah yang sangat agung, ladang untuk menuai pahala, dan tugas sangat mulia yang Allah embankan di pundak para rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat para pengembannya merupakan manusia-manusia terbaik.
Allah berfirman dalam QS. Yusuf ayat 108.
Yang artinya :"katakanlah hai Muhammad ini jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah atau mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata, maha suci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik."
Dakwah adalah amal yang terbaik karena tujuannya adalah menjaga keberlangsungan amal islami di dalam setiap pribadi masyarakat dan negara.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Fusilat ayat 33
Yang artinya :"siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah atau menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata sesungguhnya aku adalah bagian dari orang-orang Islam."
Sayyid Qutub rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Qur'an :" sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal saleh yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da'i kecuali menyampaikan. Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da'i kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran titik karena seorang da'i datang dan maju membawa kebaikan sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi." ( Fi Zhilal Al-Qur'an, 6/295)
Setiap langkah pengemban dakwah harus dengan kualitas terbaik, karena dakwah adalah amal terbaik maka dalam berdakwah harus dengan persiapan terbaik, agar langkah dan aktivitas dakwah terlaksana dengan kualitas terbaik. Untuk mencapai hal tersebut maka kita harus terikat dengan hukum syara dalam setiap perbuatan.
Hukum syara adalah seruan Allah yang mengikat setiap perbuatan manusia berdasarkan Al-Qur'an, sunnah ijma sahabat dan qiyas. Setiap tindakan wajib memiliki status hukum wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram sebagai panduan kehidupan.
Dengan demikian maka para da'i harus serius belajar dengan segenap kesungguhan. KH. Rohmad S Labib sering mengingatkan bahwa belajar adalah sifat seorang dai menjadi kegiatan rutin dan aktivitasnya sehari-hari.
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum Al Diin, juga Imam Syafi'i dalam Ar-Risalah, menyatakan adanya ijma bahwa : seorang mukallaf atau orang yang terkena taklif hukum tidak boleh melakukan suatu perbuatan hingga ia mengetahui hukum Allah atas perbuatan tersebut. Karena itu siapa yang belajar dan beramal sesuai dengan apa yang dia pelajari, berarti ia telah menaati Allah subhanahu wa ta'ala dalam dua perkataan. Siapa saja yang tidak tahu dan tidak beramal, maka ia telah bermaksiat kepada Allah dengan dua kemaksiatan. Siapa saja yang tahu dan tidak beramal kan sesuai dengan pengetahuannya, maka ia telah menaati Allah SWT dalam satu ketaatan dan mendurhakai-Nya dalam satu kemaksiatan.
Mari kita gencarkan dakwah kepada Islam kaaffah untuk tegaknya Daulah seperti yang Rasulullah contohkan, yang mengikuti manhaj Rasulullah, yakni khilafah Islamiyah membawa rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu A'lam Bishowab

Posting Komentar