-->

Kepemimpinan Nabi, Solusi kepemimpinan Masa Kini

Oleh: Nasya Aurel (Santriwati Ma`had Al-Izzah Tadukan Raga)

Rasulullah SAW  .adalah sosok teladan yang diutus oleh Allah SWT menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Kelahirannya sebagai suri tauladan yang baik sehingga sepatutnya bagi kita setaip muslim menjadikannya sebagai satu-satunya qudwah dengan mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh beliau.  Dan sebagai bentuk tanda cinta kita kepada Rasulullah Muhammad Saw ( allahumma shalli 'ala saidina Muhammad wa'ala Ali Muhammad kita diperintahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dalam Qur'an surah Al ahzab : 56 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.’

Dengan banyaknya bershalawat kepada nabi semoga menjadikan kita umat yang beriman yang senantiasa mengingat perjuangannya. Mengingat atau bershalawat kepada nabi Muhammad Saw merupakan salary tanda kebaikan dari Allah SWT kepada kita.

Sebagaimana imam  al- Jauzi rahimahullah menyatakan : " Allah SWT, jika menghendaki kebaikan pada diri hamba-Nya, dia akan memudahkan lisan hamba-Nya itu untuk terbiasa bershalawat kepada nabi Muhammad Saw. ( Ibnu al- Jauzi, bustaan al- arifin . 1/ 300) .

Tentu kata cinta tak patut kita ucapkan dari lisan saja. Kita harus membuktikan cinta kita terhadap Allah dan rasul-Nya  dengan bukti yang nyata . Mencintai apa yang dicintainya dan melakukan perintah Allah dan RasulNya tanpa meninggalkannya sedikitpun. Dengan menjalankan segala perintah Allah dan rasulnya, kita juga harus meneladani kepemimpinan rasul sebagaimana mestinya. Bagaimana awal rasul mendakwahkan risalahnya selama 13 tahun di Mekkah lalu hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam untuk pertama kalinya.

Setelah beliau menjadi kepala negara. Beliau melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan melaksanakan hukum Allah yaitu syariat Islam,lalu menyebarkannya keluar negeri dengan dakwah dan jihad hingga beliau wafat. 

Oleh karena itu selain meneladani sikap dan perilaku Rasulullah,kita juga harus meneladani kepemimpinan Rasulullah sebagai penguasa. Yaitu menjadi penguasa ( kepala negara ) yang bertanggung jawab penuh atas rakyatnya . Memimpin rakyatnya secara adil , baik itu muslim maupun non-muslim. Rasulullah bahkan menegaskan hakikat kepemimpinan negara. Beliau bersabda : Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka. (HR Ibnu Majah)

Sebagai kepala negara nabi Muhammad Saw menjalankan tugasnya sebagai pemimpin hanya dengan syariat Islam dan menolak hukum selainnya. Karna hanya syariat Islam yang sudah pasti adil karena berasal dari Allah yang maha adil.  

Dengan syariat Islam yang diterapkan Rasulullah sebagai kepala negara demi menjaga kepemimpinannya rasul mengangkat para wali ( gubernur),qadhi ( hakim ), juga duta untuk mendakwahkan Islam keseluruh jazirah Arab . Mengangkat panglima perang yang sering dipimpin oleh Rasul sendiri ketika melaksanakan jihad melawan orang-orang kafir .

Kepemimpinan inilah yang wajib kita teladani selayaknya cinta kita kepada nabi. Seperti halnya para Khulafaur Rasyidin yang terus meneladani kepemimpinan nabi hingga generasi berikutnya. Maka,sebagai umat muslim yang mengaku cinta kepada nabi,wajiblah bagi kita untuk meneruskan kepemimpinan nabi dan Khulafaur Rasyidin sebagaimana sabda nabi :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ » [أخرجه الترمذي وأبو داود]

“Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (pada pemimpin) walaupun seorang budak Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian yang hidup sesudahku, dirinya akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunahku dan sunah para khulafaur rasyidin yang mendapat pentunjuk. Berpegang teguhlah dengannya, gigitlah dengan gigi geraham. Hati-hati kalian dari perkara yang baru dalam agama, sesungguhnya setiap perkara baru (dalam agama) adalah bidah, dan setiap bidah adalah sesat". HR Abu Dawud no: 4607. at-Tirmidzi no: 2676. Beliau berkata hadits hasan shahih.

Allah SWT berfirman akan wajibnya seorang pemimpin menegakkan syariat Islam dalam QS. Ali Imran:31 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَا تَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maka jika kita mengaku mencintai Nabi, maka selayaknya menjadikan beliau sebagai satu-satunya teladan dalam kehidupan. Dengan berbagai problem yang hari ini dihadapi seharusnya para penguasa dinegeri kaum muslim, dan negeri ini khususnya mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah untuk bisa menyelesaikan setiap persoalan secara tuntas. Pernyataan seorang ilmuan yaitu Sir. George Bernard Show yang menyatakan bahwa seandainya Rasulullah memimpin dunia hari ini pasti mampu menyelesaikan semua persoalan yang ada. Maka seharusnya kita melihat bahwa Rasulullah bisa menyelesaikan semua persoalan itu adalah dengan Risalah Islam yang beliau bawa. Maka itulah yang juga harusnya kita terapkan, bukan mengambil system yang lain, apalagi system sekuler yang terbukti semakin menyengsarakan rakyat dan seluruh umat.

Pemimpinnya tidak amanah, yang hanya mementingkan diri sendiri dan keluarganya, sibuk memperkaya diri bahkan rela korupsi uang rakyat demi memenuhi nafsu hedon istri dan anak-anaknya sementara rakyat dibiarkan melarat dan sengsara. Untuk itu system nabi lah yang harusnya saat ini kita perjuangkan, Karena sejatinya Kepemimpinan  Nabi SAW adalah solusi atas kepemimpinan saat ini. Wallahu`alam bisshawab