-->

Hamas Bukan Teroris


Dikutip Katadata.co.id, Jum'at (20/10/2023), Perang Israel-Palestina telah menimbulkan sekitar 5.200 korban jiwa dan 18.500 korban luka dari kedua belah pihak selama periode 7-19 Oktober 2023. Data ini dihimpun United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Kementerian Kesehatan Gaza dan keterangan resmi pemerintah Israel.

Sampai hari ke-13 perang, yakni Kamis (19/10/2023), jumlah korban paling banyak berasal dari pihak Palestina.

Perang ini, boleh dikatakan perang terbesar sepanjang sejarah Israel memerangi Palestina. Pasca terjadinya pemboman yang dilakukan oleh pasukan militan Hamas kepada Israel beberapa waktu lalu, membuat para Yahudi laknatullah ketar-ketir dan membuat mereka berlarian ketakutan karena bom yang dilepaskan membawa kerusakan dan korban jiwa.

Tidak hanya itu, sejumlah kepala negara yakni Amerika, Perancis, Inggris, bahkan Australia menghembuskan sebuah paham, bahwa kelompok militan Hamas adalah kelompok teroris terbesar di dunia. Pertanyaannya, apakah Hamas bersalah hingga pantas disebut teroris karena melakukan perlawanan atas penjajahan Palestina? Mereka tak pantas disebut teroris! Karena mereka hanya melakukan pembalasan karena selama ini Yahudi laknatullah terus menggempur negara kaum Muslimin selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Sayangnya, dunia menutup mata akan ini. Seolah melupakan pelanggaran HAM yang diderita rakyat Palestina. Cobalah buka mata! Lihatlah bagaimana dunia mengganggap aksi balasan itu sebagai bentuk teror. Padahal, warga di sana hanya  mencoba untuk bertahan dan melakukan perlawanan sebab sudah lama hidup dalam penindasan, dan kebengisan Israel. 

Disamping itu, hal yang sangat menyakitkan juga datang dari negeri-negeri yang notabene muslim, mereka tidak berani melakukan pembelaan terhadap saudara Palestina. Mereka hanya bisa mengecam dan mengutuk, tanpa melakukan perlawanan. Mereka enggan mengerahkan militernya untuk membantu Palestina, guna memerangi Yahudi laknatullah. Maka wajar,  Israel semakin berani melakukan perbuatan keji terhadap penduduk Palestina, yang semakin hari semakin banyak memakan korban perempuan serta anak-anak.

Ketakutan negara-negara kaum muslimin hari ini bukan tanpa alasan. Pengaruh nasionalisme dan tekanan bangsa Barat telah mengungkung kekuatan mereka membela yang lemah. Karena itu, negeri kaum muslim itu menciut dan bersembunyi  di bawah ketiak Barat, hanya berani berteriak mengecam dan mengutuk saja. Sementara mengerahkan militernya untuk melawan kaum Yahudi mereka tidak berani. 

Sungguh, yang dinantikan oleh rakyat Palestina bukan hanya sekedar kecaman. Mereka membutuhkan para penguasa mengirim tentara sebagai bantuan. Meski ada beberapa negara yang membantu Palestina dalam bentuk obat-obatan, makanan, itu sangat baik. Akan tetapi, akan lebih baik lagi jika mereka mengutuskan para militer mereka untuk memerangi Israel. 

Inilah bentuk kepedulian yang diperintahkan Allah Swt. Sesuai firman-nya dalam Al-Quran,

وَا قْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَ خْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَا لْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِ ۚ فَاِ نْ قٰتَلُوْكُمْ فَا قْتُلُوْهُمْ ۗ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الْكٰفِرِيْنَ

"Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 191)

Berdasarkan dalil ini, maka peperangan antara Palestina dan Israel hanya bisa di bebaskan dengan berjihad dan dengan tegaknya sistem Islam dalam bingkai khilafah. Kemerdekaan Palestina wajib dibela dengan berjihad. 

Jihad ini adalah metode melawan kezaliman yang hanya bisa direalisasikan oleh sistem Islam. Kepala negara Islam yakni Khalifah wajib mengerahkan seluruh tentara kaum muslimin seluruh dunia untuk memerangi kaum Yahudi untuk menyelamatkan umat muslim Palestina, juga umat lainnya yang mengalami penindasan yang sama. Oleh sebab itu, umat membutuhkan khilafah, pemimpin kaum muslimin dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. bersabda, "Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum muslimin berperang dan berlindung" ( HR. Al-Bukhari Muslim). Wallahu'alam.

Oleh. Eva Ariska Mansur (Anggota Ngaji Diksi Aceh)