-->

Rusaknya Pergaulan Remaja Akibat Jauhnya Islam

Oleh: Erna Nuri Widiastuti S.Pd (aktivis)

Menjadi seseorang yang mudah bergaul memang menjadi sesuatu yang banyak orang senangi apalagi dikalangan pemuda, namun bagaimana jadinya jika pergaulan ini malah jatuh keranah yang lebih bebas. Bukankah hal ini akan menjadi bumerang besar bagi orang tua yang mendampingi perkembangan pemuda tersebut?

Banyaknya contoh pergaulan yang disodorkan kepada kaula muda utamanya media menjadikan pemuda banyak berdalih untuk melakukan perbuatan yang tak berakhlak, berani pamer kemesraan, memanggil dengan nama-nama kesayangan dan bahkan berani bertindak dikala sepi. 

Sungguh miris perilaku pemuda saat ini karena rujukan yang mereka panuti adalah rujukan pergaulan ala barat menjadikan mereka tak memiliki kepribadian khas bahkan tak jarang diantara mereka ketika diberi peringatan akan melakukan tindakan kekerasan dan penghinaan kepada pihak yang menegurnya.

Nyatanya perilaku ini bukan hanya dirasakan oleh para pemuda namun juga merambah kepada anak usia dini, mereka tak lagi sibuk dengan permainan anak-anak namun juga ikut-ikutan dalam mencontoh gaya hidup barat dengan perilaku bebas mereka. Maka tak ayal kita dapati di beberapa berita terkait anak usia dini melakukan tindakan memalukan bersama rekan-rekannya.

Dikemukakan oleh media Batampos.co.id bahwa "Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan mayoritas dari anak remaja di Indonesia sudah pernah berhubungan seksual. Untuk remaja 14-15 tahun saja jumlahnya sudah mencapai 20 persen anak, dan 16-17 tahun jumlahnya mencapai 60 persen anak. 

Angka pelaku kenakalan remaja diatas hanya gambaran kecil yang nampak dan dilaporkan bagaimana dengan pelaku pergaulan bebas yang tak nampak? Mungkin akan lebih banyak angka yang akan kita temui dan mempertanyakan mengapa remaja bisa menjadi sedemikian rupa bebasnya.

Maslah tersebut juga menjadi pemikiran penguasa sehingga perlu ada penanganan yang dilakukan penguasa dalam mencegah pergaulan bebas. Penanganan yang dihimbau adalah dengan melalui pendidikan seks dan reproduksi yang diharapkan sebagai solusi. Apakah hal ini mampu untuk menangani masalah pergaulan bebas dikalangan generasi muda?

Himbauan berupa sosialisasi dan pendidikan seks nyatanya tak mampu menekan laju angka pergaulan bebas para remaja namun malah meningkatkan rasa penasaran anak ditambah dengan berbagai dorongan dimedia sosial dan dukungan hukum menjadikan anak berperilaku bebas tanpa takut mendapatkan sanksi terlebih hal ini akan menambah parah persoalan karena lahir dari paradigma barat yang bertentangan dengan Islam.

Inilah seputar problem dalam ruang lingkup remaja yang tak pernah usai dan malah makin eksis dalam kehidupan. Hal ini menandakan bahwa ada masalah yang melingkupi para remaja yang menjadi kekhawatiran besar terhadap kelanjutan generasi kedepan. Tanda adanya kerusakan perilaku yang sangat parah dilingkungan generasi muda bersumber pada rusaknya asas kehidupan.  

kehidupan yang berasaskan sekulerisme menjadikan manusia hidup terpisah dari aturan agama yang akhirnya malah menjadi budak nafsu, lemahnya iman sebagai penangkal bagi individu dan mendukungnya lingkungan dengan stimulus pola hidup bebas serta tidak kompetennya pemerintah dalam menjaga generasi menghasilkan kesia-siaan belaka. Padahal generasi adalah anugrah yang harusnya mampu menjadi pelanjut dan tonggak perubahan namun akibat berubahnya tujuan hidup dan hanya mengejar eksistensi menjadikan potensi remaja tenggelam dan terkubur.

Masalah tersebut penanganannya tentu berbeda dari sisi Islam. Karena islam menjadikan akidah Islam sebagai landasan kehidupan, yang darinya akan memancarkan tata aturan kehidupan yang akan mampu mengatur dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, sami'na wa ato'na kepada penciptanya dan senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar ditengah-tengah kehidupan yang rusak sebagai bentuk penjagaan atas sesama muslim.

Terlebih dari hal itu remaja akan dipahamkan mengenai tujuan hidupnya sehingga tidak banyak melakukan kesia-siaan bahkan sampai melakukan kezaliman. Maka islam akan membangkitkan kesadaran umat melalui akal terkait pencarian kebenaran akan kaitan akan sebelum kehidupan, masa sekarang dan setelah kehidupan, sehingga mampu melahirkan keimanan yang kuat bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

Islam bukan hanya sebuah agama tapi islam juga sebagai pandangan hidup atau ideologi yang darinya sudah ada peraturan hidup yang terpancar sehingga sebagai manausia hanya perlu menerapkan  aturan yang lahir dari keimanan tadi. Maka ketika mabda Islam diterapkan dalam kehidupan akan menjaga kemuliaan generasi dan peradaban. Wallahua'lam