Meniti Jalan Sunah Menuju Perubahan Dunia

Oleh : Heni Satika (Praktisi Pendidikan)

Bulan Rajab mengingatkan kita untuk memperbanyak amal sholeh, selain menghidupkan malam dengan ibadah shalat sunah, membaca Al Quran, dan sedekah sangat dianjurkan. Di bulan ini 101 tahun yang lalu kita juga diingatkan sebuah kisah memilukan. Tragedi penghancuran Khilafah, institusi yang melindungi kaum muslim dan umat seluruh dunia oleh Mustafa Kemal Attaturk.

Akibat dari penghancuran itu, kini kaum muslim hidup terpecah-pecah lebih dari 50 negara kecil-kecil. Hidup dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Sikap individualis juga menyergap bangsa muslim, tidak menghiraukan apa yang menimpa saudaranya di negara lain. Tidak menganggap saudara karena sekat nasionalisme. Sungguh hari ini kita berada dalam kondisi yang benar-benar jauh terperosok ke belakang.

Sebenarnya banyak pihak yang merasakan kondisi ini, dengan berbagai cara berusaha mengembalikan kejayaan Islam. Hanya saja, upaya mereka selalu mengalami kegagalan. Salah satu penyebab kegagalan adalah tidak mengikuti contoh yang sudah diberikan Rasulullah saw. Seperti contohnya kelompok yang bergerak dalam bidang sosial, mereka banyak memberikan bantuan secara ekonomi sampai bahan pangan. Berharap bangkitnya umat ketika ekonominya sudah terangkat. Ternyata harapan itu bagaikan angan-angan kosong.

Rasulullah sejak beliau diangkat menjadi Rasul merupakan teladan buat kita, memberikan contoh bagaimana metode perubahan yang beliau lakukan terhadap masyarakat jahiliyah kala itu.
Pertama, beliau melakukan pembinaan terhadap orang – orang yang aware terhadap dakwahnya. Pembinaan dilakukan untuk membentuk kepribadian Islam dan membersihkan segala ide salah dalam benak para sahabat. Beliau melakukannya di rumah Arqam bin Abi Arqam. 

Kedua, pembinaan umum di masyarakat. Pada musim haji beliau selalu berkeliling ke kemah para kabilah untuk mendakwahkan Islam, menghinakan sesembahan mereka, dan menjelaskan segala kerusakan muamalah yang ada. Supaya masyarakat mengetahui kesalahan dan segala tipu daya yang dilakukan para penguasa.

Ketiga, mencari thalabun nusroh atau perlindungan kepada orang yang memiliki kekuasaan untuk mau melindungi dakwah dan tunduk terhadap syariah Islam. Sebagaimana yang terjadi pada era dakwah di Madinah dan terjadinya Baiat Aqabah, merupakan wujud janji para penguasa Madinah untuk melebur dalam dakwah Rasulullah.

Keempat, tegaknya Khilafah di Madinah merupakan bukti bahwa itulah jalan yang dicontohkan Rasulullah untuk merubah dunia. Tidak merubahnya dengan kekerasan atau dengan tipu daya. Semua dilakukan dengan merubah cara pandang dan pemikiran mereka terhadap Islam.

Kondisi hari ini, sama persis sebagaimana zaman ketika Rasulullah berada di Mekah. Semua masyarakat hidup dalam kondisi jahiliyah, pergaulan bebas, pembunuhan dan tindak kriminal sudah berita yang tidak terasa asing. Eksploitasi perempuan sudah menjadi sesuatu yang umum terjadi hari ini.
Islam juga menjadi terasing di tengah pemeluknya, ajaran-ajarannya  banyak yang ditinggalkan. 

Jadi saatnya mengembalikan Islam pada posisi kemuliaan dengan mengikuti Sunnah Rasulullah.

Wallahu a'lam bish showab.
banner zoom