Harta, Jembatan Meraih Ridha Allah

Oleh : Nurhayati, Aktivis Dakwah di Depok

Harta adalah segala kekayaan yang berwujud maupun tidak berwujud. Nilai dari harta bisa diuangkan sesuai dengan harga dari harta tersebut. Harta berasal dari transaksi-transaksi pada masa lalu dan masa depan dan bisa diharapkan memberikan manfaat. Menurut Islam, harta harus sesuai dengan hukum syara yaitu untuk kesempurnaan ibadah mahdhah, memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, meneruskan kehidupan, menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Namun, ada sebagian orang yang mengatakan bahwa harta harus dikejar walaupun tak sesuai syariat. Padahal, harta bukanlah milik kita selamanya, tapi hanyalah titipan dari Allah SWT. Karena harta hanyalah alat untuk menghantarkan kita meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Seharusnya harta dijadikan sebagai jembatan kita untuk menghantarkan kita meraih ridha-Nya Allah baik di dunia dan akhirat dan menjadikan alat media yang dapat berkumpul bersama Rasulullah SAW di surga kelak. 

Untuk itu peran kita sebagai seorang Muslim perlu banyak belajar jangan sampai harta kekayaan yang kita miliki bisa membawa ke dalam jurang kenistaan, Naudzubillah minzhalik. Maka, sebelum mempunyai harta yang berlimpah diharuskan menjadi seorang yang kaya iman, ilmu, akhlak agar harta kekayaan yang dimiliki menjadi berkah dan menjadi alat untuk meraih keberkahan dan bisa bermanfaat untuk orang banyak. Insya Allah.

Banyak di dalam Al-Qur'an dan hadits Rasulullah yang menganjurkan kita agar mencari harta tujuannya menyelamatkan diri dari azabnya Allah SWT, salah satunya Surah ash-Shaf ayat 10-12 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan diri dari azab yang pedih (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn, Itulah keberuntungan yang besar.” 

Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa jaminan keselamatan dari azab yang pedih dan tempat tinggal di surga dengan segala kenikmatan yang di dalamnya adalah untuk orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa (bi amwalikum wa anfusikum) bukan (bi amwali abaikum wa anfusikum) dengan harta bapakmu dan jiwamu, bukan pula (bi amwali muttabarrikum wa anfusikum) dengan harta para donatur mu dan jiwamu.

Sebenarnya, untuk memperjuangkan agama Allah kita harus memiliki harta yang banyak dan mempergunakan harta itu untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Allah menegaskan dalam Al-Qur'an surah al-Jumuah ayat 10 yang artinya, “Apabila shalat telah dilaksanakan maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyak agar kamu beruntung.”

Begitu juga hadits Rasulullah SAW menegaskan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Untuk bisa memberi tidak harus kaya harta, karena Allah tidak memandang besar kecilnya sedekah kita tapi yang dilihat adalah niat dan keikhlasannya.

Maka, marilah kita berlomba-lomba menjadi seorang Muslim yang hartawan sekaligus dermawan. Tidak hanya kaya harta tapi kaya iman, ilmu dan akhlak. Dengan begitu kekayaan yang kita miliki akan memberikan kebahagiaan dan menjadi berkah dunia dan akhirat bagi diri kita. 

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!



banner zoom