Rata-rata Warga Kabupaten Bandung Tidak Lulus SMP

Oleh : Sri Mulyani Awaliyah

Walaupun sebagai penyangga ibu kota Jawa Barat, angka pendidikan Kabupaten Bandung masih rendah, bahkan rata-rata masyarakat kabupaten Bandung tidak lulus SMP. Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, berdasarkan data statistik, lama pendidikan warga kabupaten Bandung berada di angka 8,79 tahun, artinya jika dirata-ratakan masyarakat Kabupaten Bandung belum mencapai target wajib belajar 9 tahun.
Salah satu yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mendirikan PKBM yang bisa mengakomodir masyarakat putus sekolah agar bisa mengambil paket, baik A, B maupun C. Serta menargetkan tahun 2023 angka lama sekolah bisa mencapai 10 tahun, artinya warga kabupaten Bandung bisa lulus SMP. (ayobandung.com)

Mayoritas warga tidak menyelesaikan pendidikan disebabkan faktor kemiskinan dan sulitnya mengakses sarpras pendidikan. Padahal pendidikan berkorelasi dengan peningkatan SDM dalam aspek moral dan aspek intelektual. Solusi beasiswapun tidak akan menyelesaikan masalah karena sifatnya terbatas dan temporal, begitu memilukan anak bangsa yang hidup miskin dari perhatian pemerintah.

Inilah kehidupan bernegara dalam sistem kapitalisme sekuler, penguasa tidak bertanggung jawab penuh dalam mengurus rakyatnya, karena mereka ada memang bukan untuk mengurus rakyatnya melainkan sebagai regulator saja.
Maka tak heran jika layanan kesehatan, pendidikan dan keamanan harus dibeli rakyat dengan harga mahal, yang tak punya uang, jangan harap bisa mendapatkan.

Berbeda jauh dengan sistem Islam, dalam Islam pendidikan, kesehatan dan keamanan merupakan bagian dari ikhtiar membentuk manusia dan umat berkualitas purna. Islam menempatkan ketiga hal tersebut merupakan hak seluruh rakyat yang wajib dipenuhi negara dengan sebaik-baiknya. Hal ini sejalan dengan ketetapan syariat bahwa fungsi negara atau penguasa adalah mengurus dan menjaga rakyatnya dan atas hal ini kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam potongan hadits shahih Riwayat Bukhari no. 4789 disebutkan, dari Abdillah, bersabda Nabi Muhammad SAW :
" Setiap kalian adalah pemimpin (pengurus) dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Maka seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban."

Dengan demikian sisi ruhiah dalam sistem Islam begitu kental dimana para penguasa akan merasa takut jika abai dalam memenuhi hak-hak rakyatnya, karena mereka paham bahwa amanah kepemimpinan kelak bisa jadi sesalan. Maka tak heran jika support negara dalam sistem pendidikan begitu maksimal.

Termasuk dalam mewujudkan layanan pendidikan gratis dan berkelas bagi seluruh rakyatnya. Hingga terbukti sepanjang belasan abad pendidikan Islam menjadi salah satu pilar peradaban cemerlang. Dalam prakteknya supporting system terwujud dalam penerapan Islam kaffah. 

Karena tidak dipungkiri visi pendidikan Islam yang mulia tak mungkin terwujud kecuali ada dukungan sistem Islam yang lainnya seperti pemerintahan Islam yang menjadikan akidah dan syariah sebagai landasan dan tuntunan bukan sistem sekuler yang tidak mengenal halal haram.

Wallahu 'alam bishawab

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!


banner zoom