BUTUH SOLUSI JITU DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA UMAT

Oleh : Erlyn Lisnawati 

Sebuah keprihatinan yang mendalam, jalan yang sejatinya menjadi urat nadi transportasi yang sangat dibutuhkan setiap orang. Namun apa yang terjadi, kemacetan seolah jadi teman akrab yang membersamai gerak dan ruang lingkup kehidupan sehari - hari. Tingginya pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan pembangunan jalan baru. Akibatnya kemacetan lalu lintas sering terjadi dibeberapa ruas jalan.

Namun apa yang kita jumpai saat ini, rasa - rasanya  belum ada solusi jitu dalam menanggulangi masalah kemacetan ini. Infrastruktur jalan tidak bertambah, malah lebih dominan melakukan perbaikan/ pemeliharaan jalan dari pada membangun jalan baru. Kepala  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUTR ) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa mengatakan kegiatan pemeliharaan bertujuan untuk peningkatan kondisi jalan, karena jika kondisi jalan rusak maka fungsinya tidak akan efektif ( InilahKoran 7/12/21 ). Ini semua terjadi karena pembangunan jalan baru memerlukan biaya yang tidak sedikit, bermula dari langkah Detail Engineering Design ( DED ), pemeriksaan tanah hingga pelaksanaan konstruksi yang nyaris memakan biaya yang cukup besar.

Disisi lain pertumbuhan kendaraan disebabkan adanya kemudahan kredit kendaraan ( adanya kebijakan DP 0% ), yang mendorong masyarakat membeli kendaraan sendiri dibandingkan menggunakan transportasi umum. Dalam sistem kapitalistik sekuler mengganggap bahwa transportasi hanyalah produk industri yang digerakkan untuk menghasilkan materi sebanyak mungkin. Negara tidak menjalankan sepenuh nya pelayanan untuk publik, malah negara sebagai fasilitator dengan kacamata komersial. Terlepas dari semua persoalan, tidak dipungkiri pula adanya pertumbuhan kendaraan bermotor, industri alat transportasi, memberikan keuntungan bagi negara dari sisi bertambahnya pendapatan pajak. Pembangunan jalan tol yang saat ini sedang dilakukan, sebenarnya tidak membantu sepenuhnya, karena hanya memindahkan kemacetan dari satu tempat ke tempat yang lain. Menindak lanjuti persoalan transportasi dan masalah kemacetan ini, adakah solusi jitu dalam menyelesaikannya ?

Tentu saja ada, sistem Islam lah solusi jitu tepat sasaran dalam hal ini. Negara bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat. Allah SWT memberikan tanggung jawab penting di pundak negara, sebagaimana sabda Rasulullah SAW " Imam ( Khalifah ) yang menjadi pemimpin manusia adalah ( laksana ) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap ( urusan ) rakyatnya ( HR Al Bukhari ).

Adanya perencanaan wilayah dan tata kota dengan sedemikian rupa, sehingga mengurangi kebutuhan transportasi. Negara mencukupi sebagian besar kebutuhan warga negaranya, sehingga warga negara  tidak membutuhkan akses terlalu banyak keluar tempat/ keluar kota. Kalaupun terpaksa keluar tempat tinggalnya, dapat dijangkau karena jaraknya dekat serta tidak memakan waktu lama. Negara dalam sistem Islam membangun sarana dan prasarana transportasi dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Negara juga akan bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur dengan konsep mengedepankan keselamatan dan keamanan masyarakat. Penerapan sistem ekonomi Islam yang bersinergi dengan sistem transportasi. Sistem Islam Kaffah menjamin pembangunan ekonomi yang adil, dan meminimalisir ketimpangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin. Dengan sistem ekonomi Islam , baik secara langsung ataupun tidak langsung, menjadi salah satu langkah jitu tepat sasaran dalam menyelesaikannya problematika umat saat ini.

Wallahu alam bi shawab.

banner zoom