Cinta Hakiki

Oleh: Diny Nahrudiani (Member Sahabat Inspirasi)

Penamabda.com - Cinta membuat seseorang semangat menjalani hidup, inilah naluri yang Allah SWT ciptakan dalam diri manusia dimana Allah SWT menciptakan naluri itu pada dasarnya  untuk melestarikan jenis. Bukankah semua orang menginginkan punya keturunan, punya saudara, saling mencintai dan menyayangi sehingga hidup kita menjadi tentram, aman, nyaman bahkan menyenangkan. Dengan cinta hidup menjadi indah. 

Namun terkadang kita salah mengartikan cinta. Bagaimana mengungkapkan  dan  menyalurkannya? Manusia serba terbatas selalu mengikuti kata hati yang relatif kebenarannya.  Tentunya Allah SWT sudah memiliki aturan bagaimana rasa cinta yang kita miliki tidak berakibat nestapa dan kesengsaraan. Terkadang kita hanya mengejar kebahagiaan semata tanpa mengindahkan aturannya, karena Allah yang menciptakan naluri ini pastinya Allah pula yang punya aturan bagaimana mengarahkannya.

Berbagai cinta bisa muncul dalam diri manusia. Cinta harta, jabatan, kedudukan, cinta kepada orang tua, anak, saudara dan lain lain. Semuanya itu adalah kategori cinta kepada mahkluk. Karena manusia, alam semesta, dan kehidupan adalah makhluk.  Adakah cinta hakiki yang sejati yang di perbolehkan dan mendatangkan maslahat? 

Cinta hakiki sejatinya 

adalah cinta yang ditujukan kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang hanya tertuju pada-Nya dan bukan kepada selain-Nya (makhluk). Cinta kepada makhluk adalah cinta yang terbatas, mungkin akan berakhir karena sesuatu hal yang tidak diinginkan, karena makhluk memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. 

Karenanya, cinta kepada Al-Khaliq adalah tingkatan cinta yang paling tinggi. Cinta yang pertama, setelah itu kita urutkan untuk cinta yang lain. Hakikatnya cinta akan melakukan apapun yang diinginkan oleh yang kita cintai. Dengan cinta kita akan melakukan apapun agar yang kita cintai menjadi bahagia. Itulah ridha yang harus kita dapatkan  dari sesuatu yang kita cintai. Dalam hal ini Al-Khaliq adalah pencipta kita, kita pun ingin membuat Al-Khaliq ridha dan senang dengan apa yang kita lakukan. Karenanya  kita akan berusaha melakukan apapun yang diinginkanNya.

Allah SWT berfirman:

 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Qs. Ali-Imran [3]: 31).

Inilah cinta hakiki yang sesungguhnya, cinta Allah kepada hamba-Nya, atau sebaliknya cinta hamba Kepada Al-Khaliq. Cinta yang tak berharap balas, karena cinta Al-Khaliq tak terbatas, memberikan apapun yg kita butuh tanpa kita minta. Begitupun makhluk mencintai Allah SWT tanpa harap balas karena selama ini cinta Al-Khaliq tak berkesudahan untuk hamba-Nya. Tak pernah berhitung-hitung seberapa besar pemberian-Nya untuk makhluk-Nya. Selalu setia menanti datangnya hamba, kapanpun dan dimanapun. Dalam doa dan tangisan, dalam susah dan senangnya, itulah cinta hakiki.

Wallahu A'lambishhawab

banner zoom