Geng Motor Marak di Bogor, Peran Kepolisian Dimaksimalkan

Oleh : Titin Kartini

Penamabda.com - Geng motor kembali meresahkan masyarakat kota Bogor, seperti dilansir radarbogor  aksi bengis kawanan geng motor  terjadi kembali. Peristiwa yang terjadi pada minggu malam tersebut dimana sekelompok anak muda yang tergabung geng motor itu menjarah bengkel juga merampas helm, bahkan para pemuda yang  notabennya para anak muda tanggung tersebut tak segan melukai para korbannya.(radarbogor. id 27/07/2020)

Kian maraknya aksi geng motor di negeri ini seakan tak kunjung selesai setiap daerah mempunyai problem yang sama dalam mengatasi masalah ini. Kejahatan yang dilakukan di malam hari dan dilakukan oleh para pemuda yang seharusnya menjadi cikal bakal generasi bangsa,mirisnya hal ini dilakukan disaat masyarakat mengalami kesulitan-kesulitan akibat pandemi yang juga belum usai.

Negara seakan tak ada nyali untuk membasmi akar dari masalah ini, rakyat dibiarkan ketakutan dan melindungi nyawa, kehormatan dan harta mereka sendiri, pihak keamanan yang selama ini bertugas untuk melayani dan melindungi masyarakat tak dapat diandalkan mereka akan datang ketika peristiwa telah terjadi.

Sungguh ironis padahal jika melihat angka personil kepolisian, tahun ini mendapatkan peningkatan jumlah anggota polri yaitu 27.012 menjadi 470.391 atau meningkat 5,7%.(katadata.co.id 28/12/2019). Jumlah yang begitu banyak namun sayangnya tak dibarengi dengan kinerja mereka memberikan rasa aman untuk masyarakat. Karena sistem dalam negeri ini yang menggunakan sistem buatan manusia yang hanya berasaskan manfaat dan keuntungan, segala sesuatu akan diupayakan dengan segenap hati jika ada keuntungan untuk penguasa dan jajarannya, namun jika tak memberikan keuntungan untuk mereka jangan harap mendapatkan kemanan yang sepenuhnya dari negara. Mahalnya keamanan dalam sistem kapitalis sekuler liberal menjadikan masyarakat berjibaku sendiri dalam mempertahankan harta benda bahkan nyawa menjadi taruhan mereka atas lepas tangannya penguasa. Lantas masih adakah harapan masyarakat atas keamanan itu ?

Tentu, masih ada harapan keamanan jika negeri ini mau melepas sistem rusak dan cacat demokrasi kapitalis sekuler liberal dan menggantinya dengan sistem yang berasal dari Allah SWT yaitu sistem Islam yang akan mengembalikan semua fungsi negara tak terkecuali dalam hal keamanan. Islam menjadikan keamanan sebagai kebutuhan pokok rakyat yang dijamin sepenuhnya oleh negara. Patroli akan dilakukan setiap hari tanpa menunggu terjadi tindak kriminal yang mengancam keamanan masyarakat.

Peran kepolisian dalam sistem Islam sebagai alat negara dalam menjaga keamanan, yang ditangani oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri dimana dipimpin oleh Direktur Keamanan Dalam Negeri. Kepolisian mempunyai tugas dan fungsi sebagai alat kekuasaan dalam menjaga keamanan dalam negeri, keberadaannya sangatlah penting. Baik yang bersifat pencegahan maupun penindakan.

Beberapa tindakan yang dianggap bisa mengancam keamanan dalam negeri seperti murtad dari Islam,
memisahkan diri dari negara, menyerang harta, jiwa, dan kehormatan manusia, serta penanganan Ahl ar-Raib.
Jika dikategorikan mengancam keamanan maka kejahatan  geng motor merupakan kejahatan yang menyerang harta, jiwa dan kehormatan manusia maka hukuman dalam Islam adalah mengejarnya, menangkap, membunuh, menyalib dan atau membuang mereka. Hukuman ini akan memberikan efek jera dan menjadi contoh untuk yang lainnya mencegah terjadinya kembali kejahatan serupa, tegasnya hukuman ini membuat orang berfikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan yang serupa.

Kepolisian dalam Islam bukan departemen atau badan yang berdiri sendiri, namun langsung dibawah kepala negara. Karena kepolisian merupakan alat kekuasaan yang berada di tangan penguasa. Kewenangannya pun dibatasi oleh UU. Akan tetapi, sebagai alat kekuasaan tugas dan fungsinya jelas mulia, untuk menegakkan kemakrufan dan mencegah kemungkaran.

Dengan tugas dan fungsi tersebut, kepolisian dalam sistem Islam tentu jauh dari kepentingan kelompok, partai atau orang-orang tertentu. Mereka bekerja untuk sistem bukan person,kelompok atau kroni. Untuk memjalankan tugasnya itu, seorang polisi harus mempunyai karakter yang unik, seperti keikhlasan, akhlak yang baik, seperti tawadhu, tidak sombong dan arogan, kasih sayang, tindak tanduknya baik seperti murah senyum, mengucapkan salam, menjauhi perkara syubhat, bijak dan lapang dada, menjaga lisan, berani, jujur, amanah, taat, berwibawa dan tegas. Dengan karakter-karakter seperti itu akan membuat masyarakat nyaman berada dekat dengan mereka, keberadaan mereka mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk menjaga harta, jiwa dan kehormatan masyarakat karena menjalankan semua perintah demi menggapai ridho Allah SWT.

Masihkah kita ragu dengan sistem Islam yang mampu memberikan keamanan lahir maupun batin?

Wallahu a'lam bi ash-shawab
banner zoom