Gaung Khilafah Menggema, Musuh Auto Panik

Oleh : Ummu Amira Aulia Amnan Sp.

Penamabda.com - Film "Jejak Khilafah di Nusantara" bercerita tentang hubungan Indonesia yang dulu disebut Nusantara yang nyatanya memiliki kaitan erat dengan khilafah Islamiyyah. Film tersebut telah diblokir pemerintah.   

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain di akun twitternya mempertanyakan sikap pemerintah. 
Beliau mengatakan, "dengan ini saya meminta jawaban resmi dari pak @jokowi sebagai Presiden RI, Yai Ma'ruf Amin dan pak @mohmahfudmd:"Apa alasan Keluhan Pemerintah atas Video Jejak Khilafah sebagai Sejarah?" Apakah ada hukum negara yang dilanggar? NKRI negara hukum, tidak boleh sewenang wenang...!"
Tengku Zulkarnain kembali memposting cuitannya dan mengajak para pemuda dan intelektual muslim untuk kembali membuat film 'Jejak Komunis dan Kebiadabannya'. (pikiran rakyat.com).
Anggapan bahwa Nusantara sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Utsmani tentu patut dipertanyakan mengingat nusantara kutipan teritori yang diberi dari dunia luar.

Karena itu, adalah sangat mungkin kesultanan-kesultanan di Nusantara yang sedang berkembang pesat di abad 14-17 M memiliki hubungan dengan dunia Islam lain di kawasan Timur Tengah, tidak terkecuali dengan Turki Utsmani. Apalagi abad ke 16-17 M merupakan zaman di mana Utsmani sedang berada di puncak pengaruhnya. (Hidayatullah.com).
Hubungan diplomatik dan militer Utsmani dengan Kesultanan Aceh di abad ke 16 telah diungkap banyak sejarawan (lihat Deden A Herdiansyah, 2017). Pengaruh Utsmani terhadap masyarakat Nusantara juga telah mengungkap Ermy Azziaty Rozali dalam disertasinya di Universitas Malaya Malaysia dan diterbitkan dengan judul Turki Uthmaniah: Persepsi dan Pengaruh Dalam Masyarakat Melayu (2016).

Meski dibantah Peter Carey, namun disertasi Kasori di UIN Sunan Kalijaga berjudul Di Bawah Panji Estergon: Hubungan Kekhalifahan Turki Utsmani dengan Kesultanan Demak Pada Abad XV-XVI M (2020) menguatkan pernyataan Sri Sultan HB X tersebut. Dalam penelitiannya Kasori menyimpulkan, kerjasama Turki-Demak semula hanya di bidang dakwah dan perdagangan, kemudian berkembang ke hubungan politik dan militer.

Mengapa Khilafah harus ditakuti?

Kapitalisme terbukti telah menambah penderitaan umat Islam.  Perpecahan umat terjadi dimana-mana. umat Islam di Palestina yang sejak lama dijajah oleh Israel tidak bisa ditolong oleh  sesama umat Islam. Jumlah umat Islam sebesar 1.5 M hanya identik dengan kebodohan, kemelaratan, dan perpecahan. Keruntuhan khilafah memang menyisakan banyak sekali permasalahan. Namun kenapa sampai saat ini pemahaman bahwa khilafah itu menakutkan masih berada di dalam pemahaman umat?
Inilah ghawzul fikr yang diluncurkan oleh barat terhadap umat Islam. Umat semakin takut terhadap Islam. umat dibuat hobi terhadap khilafah yang merupakan ajaran Islam.

Umat Taat Syariat, Hidup akan Selamat

Memang propaganda barat sungguh sangat ironis, merasuk ke dalam tubuh umat. Di bawah tangan-tangan agen penjajah. Umat Islam harus memahami dan meyakini ajarannya sendiri. Tidak mudah terhasut oleh propaganda barat.
Perdalam tsaqofah Islam, tunduk dan patuh terhadap syariatnya, adalah kunci bagi awal mula kesejahteraan umat.
Ajaran Islam harus diterima secara kaffah. Jangan hanya diambil yang enak enaknya saja atau seperlunya saja.
Kembali kepada syariat Islam yang kaffah adalah kunci utamanya. Khilafah adalah ajaran Islam tidak patut dimusuhi. Semoga khilafah segera tegak kembali. Aamiin.
banner zoom