Khilafah; Harapan Baru Dunia

Oleh : Aya Ummu Najwa

Penamabda.com - Hari ini, dunia terasa gelap tanpa cahaya. Dunia diliputi kesuraman tak berkesudahan. Kedzaliman dan angkara murka merajalela di muka bumi. Kolonialisme gaya baru telah menjadi cara baru negara-negara kafir penjajah menghancurkan dunia Islam. Secara fisik umat terus dibantai dan dibunuhi, namun di belahan dunia lain umat terus dirongrong identitas keislamannya, dikekayaan alamnya dirampas habis oleh korporasi-korporasi asing yang bekerjasama dengan antek-anteknya semakin mencengkramkan taring-taringnya di bumi Islam.

Ditambah lagi dengan pandemi covid 19 yang melumpuhkan dunia saat ini, dengan ketidakmaksimalan dan ketidakseriusan penguasa dalam menyelamatkan nyawa warganya, menambah bukti sistem kapitalisme buatan manusia adalah sistem yang rusak dan merusak, yang membawa kehancuran bagi tatanan dunia. Maka kemanakah umat akan mencari solusi bagi setiap masalah? Maka tidak lain tidak bukan, Islam Islam telah menawarkan solusi terbaik, dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam sebuah sistem mumpuni yaitu khilafah.

Hari ini siapa yang tak kenal Khilafah? Hari ini siapa yang tak bicara Khilafah? Hari ini Khilafah adalah trending topic, Hari ini Khilafah adalah buah bibir, opini umum yang menggema ke seluruh lapisan dunia, nyata maupun maya, yang diyakini sebagai solusi terbaik atas carut marutnya dunia saat ini.

Khilafah, sistem pemerintahan yang menjadikan syariat Islam sebagai sumber hukumnya, yang telah berjaya di masa lalu selama 14 abad lamanya, yang menjadikan dunia berada dalam cahaya terang, yang menjadikan Islam sebagai mercusuarnya peradaban, yang menjadikan umat Islam umat terbaik di antara manusia.

Khilafah, keberadaannya telah mampu menyatukan hati umat Islam. Di bawah naungan Khilafah, dua per tiga dunia dalam kesejahteraan, dalam kegemilangan dengan cahaya Islam. Dari Merauke hingga Maroko, berbeda - beda tetapi sejahtera, bersuku-suku tetapi rukun, berbangsa- bangsa tetapi bersatu dalam ikatan aqidah yang satu yaitu Islam, saling mengasihi, saling menopang.

Dunia dengan Khilafah, adalah dunia yang maju dan cemerlang. Karena Khilafah adalah penerap cahaya Islam. Kesejahteraan dan kemajuan menjulang dalam kerahmatan. Khilafah mengayomi Muslim maupun non muslim, karena Khilafah adalah penjaga dan pelaksana syariat.

Khilafah adalah institusi pelaksana hukum-hukum Islam, dengan khilafah, syariat Islam dapat diterapkan secara sempurna dalam kehidupan, ia menjadi pelindung umat dari kedzaliman kaum kufar juga kedzaliman dirinya sendiri.

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ

“Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad 5: 251)

Umat Islam tanpa Khilafah, terus menerus dijauhkan dari hukum-hukum Islam, generasi Islam dibuat tak mengenal agamanya sendiri. Budaya kafir yang liberal terus menerus disuntikkan pada generasi Islam. Umat tanpa khilafah, terpisah dan tercerai berai, mereka terus disuntikkan racun- racun mematikan buatan kafir penjajah, ikatan mereka dibabat habis oleh busuknya nasionalisme. Jiwa mereka sakit dijangkiti racun sekulerisme. Tubuh mereka merana buah pahit kapitalisme. Umat Islam tanpa Khilafah, bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. 

Tapi hari ini, umat Islam mulai sadar akan identitasnya. Umat mulai bangkit menuju fitrahnya nan mulia, sebagai khairu ummah, untuk manusia. Mereka terbangun dari tidur panjangnya, untuk kembali berjaya memimpin dunia dengan Khilafah yang Islam. 

(كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَـٰبِ لَكَانَ خَیۡرࣰا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ)

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma'ruf danmencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Al Imran : 110)

Gelapnya dunia tanpa Khilafah, rusaknya dunia karena meninggalkan Islam akan segera berakhir. Bagaikan pekatnya malam, semakin pekat malam adalah pertanda sang fajar pagi segera terbit. Bagaikan cahaya matahari tidak ada yang mampu menghalanginya, begitulah kebangkitan Islam, tidak akan ada yang dapat menolaknya.

Fajar baru dunia akan segera terbit dengan cahayanya. Cemerlangnya dunia dengan Islam. Jayanya Islam dengan Khilafahnya. Mulianya umat karena SyariatNya. Maka, wahai kaum muslimin, sambutlah Khilafah, harapan baru dunia.

Wallahu a'lam
banner zoom