Cara Cerdas Hadapi Wabah

Oleh : Linda Dwi Elvandari

Laahaula walaquwata illa billahila'liyiladzim, itulah doa yang kita panjatkan tuk kondisi saat ini. Bagaimana tidak, saat ini negeri kita sedang ditimpa musibah yang begitu dahsyat. Semakin merebaknya kasus corona membuat kita harus berhati-hati or waspada selalu. 

Namun,  kewaspadaan masyarakat saat ini seringnya salah arah. Jakarta, CNN Indonesia mengabarkan-- Merebaknya kasus wabah corona di Indonesia tak dimungkiri membuat beberapa orang mengalami pembelian panik atau panic buying. Apa sih panic buying itu? Panic buying otu semacam ketakutan atau kepanikan orang terhadap virus corona akhirnya mereka membeli banyak persediaan.

Penyebaran virus yang kian hari bertambah maka fasilitas-fasilitas umumpun mulai ditutup, salah satunya masjid tempat ibadah umat Islam. Sundarti Jakarta - MUI telah menerbitkan fatwa yang salah satu isinya anjuran beribadah di rumah. 

Fatwa itu keluar untuk menyikapi wabah Corona. Fatwa tersebut berjudul 'Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19'. 

Ada 9 ketentuan hukum yang mendasari fatwa ini. Salah satunya berbunyi bisa meninggalkan salat Jumat apabila seseorang berada di kawasan yang potensi penularannya tinggi. 

Sobat muda, bagaimana kita menyikapi hal ini? Sebab kita juga merupakan bagian dari masyarakat. Kalau bicara menyikapi wabah, tentunya kita melihat masyarakat masih kurang panduan. Bener ga sobat muda? 

Informasi yang didapatkan tentunya belum cukup untuk membekali masyarakat saat ini. Ditambah masyarakat saat ini begitu panik, bingung harus berbuat apa. Dan ini juga dimanfaatkan sama oknum yang tidak bertanggung jawab. Hingga semua saling melengkapi untuk menjadikan masyarakat panik menghadapi wabah ini. 

Masyarakat saat ini berlomba - lomba tuk menumpuk makanan dan persediaan yang lainnya. Mereka takut akan kehabisan bahan, takut akan terpapar virus,dan masih banyak alasan lainnya.  Hingga mereka lupa bahwa yang menyediakan rizki adalah Allah dan yang menentukan kematian adalah azal dari Allah bukan virus. 

Kesadaran masyarakat untuk tetap dirumahpun masih belum semua memahami. Masyarakat yang belum faham pentingnya didalam rumah mengisi waktumya dengan asyik jalan-jalan, nongkrong - nongkrong, liburan keluar negeri. Miris bangetkan sobat muda? 

Mudah-mudahan kita sebagai generasi muda nggak terjebak dengan hal yang demikian. Makanya ada yang bilang kenapa masjid ditutup tapi tempat-tempat umum lain enggak? Karena para ulama hanya bisa memberikan kebijakan untuk wilayahnya saja. 

Penting dipahami kalau virus ini menularkan ke yang lain. Dan para ulama membuat fatwa tentunya merujuk pada apa yang telah terjadi pada masa Rosulullah dan para sahabatnya dalam menghadapi wabah virus menular. 

Tau gak sobat muda? Kalau dulu Rosulullah dan para sahabat pernah mengalami yang namanya wabah mematikan juga. Namun, Rosulullah mengajarkan pada saat itu dan tentunya untuk kita semua bahwa wabah yang ada adalah musibah. 

Musibah itu merupakan salah satu  qadha' dari Allah SWT. Bagaimana Rosulullah mengajarkan kita menghadapi qadha dengan menerima atau ridho terhadap ketetapan Allah. Sabda Rasul :"_Sungguh besarnya pahala itu seiring dengan besarnya ujian. Sungguh jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Siapa saja yang ridha, untuk dia keridhaan itu dan siapa yang benci, untuk dia kebencian  itu_ (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

Selain menerima, kita juga diminta untuk terus bersabar dan berdoa sama Allah, semoga musibah ini cepat selesai. Setiap muslim saatnya perbanyak ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT baik shalat, sedekah, tilawah al-Quran, shalat-shalat sunnah dan taqarrub lainnya. 

Selain itu kita juga dianjurkan berikhtiar dalam setiap kondisi. Di dalam riwayat Imam Ahmad, Rasul saw. memerintahkan untuk berobat. Artinya, harus ada ikhtiar agar penyakit, termasuk wabah, segera hilang. Rasul saw. pun memberikan tuntunan: "_Janganlah kalian mencampurkan orang yang sakit dengan yang sehat_" (HR al-Bukhari).  

Dalam hal ini para ahli menjelaskan protokol yang perlu dilakukan: sering mencuci tangan, sebaiknya dengan sabun, secara benar; menghindari menyentuh atau mengusap muka, kecuali tangan bersih atau setelah mencuci tangan; segera mencuci pakaian setelah pergi keluar rumah; termasuk melakukan semua itu begitu tiba di rumah setelah pergi ke luar, dsb sebagaimana anjuran para ahli. 

Rasul saw. juga memberikan tuntunan:"Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Jika terjadi wabah di tempat kalian berada, janganlah keluar darinya" (HR al-Bukhari). 

Selain itu, dalam situasi sulit ini, masyarakat hendaknya saling membantu  agar kelangsungan hidup mereka dan keluarganya bisa terjamin. Dengan itu mereka bisa berdiam di rumah dan tidak harus pergi ke luar rumah. Semua itu demi kebaikan masyarakat seluruhnya. 

Dan yang terakhir tentunya semua bisa berjalan dengan baik jika pemerintah memberikan tanggung jawab yang terbaik untuk rakyatnya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. 

Wallahu'alam

Sumber : smartwithislam 
banner zoom