Tolak V-Day, Jangan Menjadi Generasi Pembebek

Oleh : Susi Aulia ( Sahabat Remaja Ideologis)

Hari Valentine yang jatuh tepat pada Jum’at (14/02/2020) adalah hari yang identik dengan hari kasih sayang, seiring dengan masuknya beragam gaya hidup ala Barat kedunia Islam, perayaan V-Day mendapatkan sambutan hangat dari kalangan remaja. Momen ini banyak dimanfaatkan untuk mengungkapkan perasaan kepada orang-orang tercinta, selain memberi hadiah biasanya dijadikan moment untuk menghabiskan waktu bersama pasangan. Tak cukup sampai disitu, perayaan V-Day ini pun pada akhirnya menjerumuskan para pemuda dan remaja ke gerbang perzinaan.

Namun taukah kita sejarah yang ada dibalik perayaan V-Day tersebut, jika ditelusuri Valentine sendiri berasal dari salah satu Santo / orang suci dari agama Kristen yang memiliki akhir cinta yang tragis. V-Day adalah tradisi lama yang diduga berasal dari festival Romawi yang didedikasikan untuk Faunus Dewa Pertanian Romawi . Pada zaman Romawi kuno 14 Februari adalah hari libur guna menghormati Juno, yang merupakan Ratu Mitologin Dewa Dewi Romawi. Orang Romawi menyebut Juno sebagai Dewi Perkawinan. 

Ada sejarah yang sengaja dikaburkan pada tanggal 14 Februari yaitu meninggalnya sosok yang bernama Valentine dengan cara yang mengenaskan, pada tanggal 15 Februari diadakan sebuah perayaan yang bernama festival Lupercalia yang biasa disebut dengan festival kesuburan. Dalam perayaan ini para wanita akan memasukkan namanya masing-masing kedalam sebuah tempat yang telah disediakan, kemudian para laki-laki akan memilih secara acak nama-nama tersebut. Nama yang keluar dan terpilih akan menjadi pasangan dan bisa menikah selama periode satu tahun dan wanita yang dipilih akan digunakan sebagai pemuas nafsu lelaki yang memilih. Sungguh perayaan yang sarat akan kemaksiatan. 

Data survei menyebutkan bahwa 85% responden menganggap seks sebagai perkara penting pada perayaan V-Day, dan dari Sigi National Retail Federation menyebutkan 51% orang akan melakukan seks pada moment yang diidentikkan sejumlah kalangan muda sebagai hari kasih sayang. Serta dari data Durex juga menyebutkan bahwa penjualan kondom tertinggi jatuh pada hari cinta dan kasih sayang tersebut, dimana kenaikan penjualan pada hari tersebut mencapai 50%.

Sungguh sangat ironis dan miris yang mana kita ketahui seharusnya para pemuda menjadi agent of change atau agen perubahan dan aset masa depan. V-Day sama sekali tidak ada manfaat, sayangnya tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik dan benar esensiensi dari V-Day tersebut. Walau demikian masih banyak remaja yang mengaku beragama Islam  malah sibuk ikut-ikutan mempersiapkan perayaan V-Day ini.

Budaya perayaan V-Day jelas bukan berasal dari budaya Islam, V-Day adalah budaya yang kental akan budaya kebebasan. Para remaja dan pemuda saat ini masih banyak yang merayakan V-Day dikarenakan adanya pemikiran sekular yaitu pemisahan agama dalam kehidupan. Pemahaman sekularisme liberal yang ditanamkan musuh-musuh Islam pada generasi begitu gencar sehingga mereka sangat mudah tersesat dari ajaran islam yang begitu sempurna. Para remaja dan pemuda pun tak menjadikan Islam sebagai aturan hidup sehingga sangat mudah untuk disesatkan dengan pemahaman sekularisme liberal tersebut.

Didalam islam, kita tidak boleh mengikuti budaya orang kafir (tasyabbuh bil kuffar) karena ini menyangkut perkara akidah. Allah telah memperingatkan dengan dengan tegas larangan tasyabbuh bil kuffar ini dalam TQS Al- Baqarah : 120 “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itu petunjuk (yang benar). Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan yang mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Dan Rasulullah SAW bersabda, 
“ Sungguh, kalian akan mengikuti langkah-langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak) niscaya kalian akan menempuhnya. ”Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani ?” Beliau menjawab “siapa lagi kalau bukan mereka ?” 
(HR. Al-Bukhari No.3197 dan Muslim No.4822 dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri rhadiyyallahu’anhu).

Dinegeri penganut sekuler liberal ini hari perayaan diluar Islam seperti V-Day ini dianggap sah-sah saja untuk dilakukan, bahkan ada kesan meriah karena banyak pihak yang berkepentingan mendapatkan laba yang amat sangat besar dimana setiap perayaan-perayaan diluar Islam oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis. Seperti para pengusaha yang bergerak dibidang percetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan yang sangat besar dalam perayaan-perayaan semacam ini.

Tidak adanya peran negara dalam melindungi akidah umat termasuk para remaja juga merupakan salah satu penyebab utama generasi muda tersesat oleh ide sekular liberal ini. Negara gagal melindungi generasi dari perilaku seks bebas, padahal negara adalah perisai bagi umat yang berkewajiban memperhatikan dan perduli terhadap masalah umat termasuk dalam perkara remaja ini. Negara seharusnya membangkitkan kesadaran berilmu kepada remaja agar tidak “mengekor”  kepada Budaya Barat.

Wallahu’alam bhisowab
banner zoom