Membersamai Para Bidadari


Oleh : Ummu Farras (Aktivis Muslimah) 

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ، وَأَطْعَمَهُنَّ، وَسَقَاهُنَّ، وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Siapa yang memiliki 3 anak perempuan, lalu dia bersabar, memberinya makan, minum, dan pakaian dari hasil usahanya, maka semuanya akan menjadi tameng dari neraka pada hari kiamat.
(HR. Ahmad 17403, Ibnu Majah 3669)

MasyaaAllah. Diberi amanah oleh Allah SWT memiliki tiga orang anak perempuan, merupakan karunia yang besar bagiku. Melihat mereka tumbuh dan berkembang di setiap fase masa pertumbuhannya, merupakan nikmat tiada tara yang Allah SWT berikan. Sabar, ikhlas, dan syukur harus selalu ada di kala mengurus dan mendidik mereka. Jalani, sambil terus belajar untuk memahami. Karena menjadi orang tua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi di masa sekarang. Masa dimana peran orang tua amat dibutuhkan sebagai benteng pertahanan pertama untuk menjaga akidah anak-anaknya. Menjadi madrasah pertama bagi anak-anak tentunya kewajiban setiap orang tua, terutama seorang ibu. Memupuk pemahaman anak dengan ilmu agama harus diutamakan. Untuk mendidik anak perempuan, berarti kita mempersiapkan anak perempuan kita menjadi calon penerus, pendidik dan pencetak generasi rabbani yang akan datang. Harus selalu kita ingat bahwa setiap orang tua kelak akan dimintai pertanggungjawaban perihal pendidikan anaknya. Termasuk perihal berhijab atau tidaknya anak perempuan kita. Karena berhijab dengan syar’i wajib hukumnya bagi setiap muslimah.

Mendidik Anak Taat Sedari Dini

Yang pertama harus kita pahamkan kepada anak perempuan kita adalah membiasakan mereka menutup aurat (berhijab) sedari dini. Karena menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. wajibnya hijab bagi seorang muslimah sama dengan wajibnya sholat, puasa dan zakat. Menutup aurat bagi seorang muslimah adalah perkara qath'i yang tak bisa ditawar. Dalilnya jelas di dalam kitab suci Al-Qur’an Surat an-nur ayat 31 dan surat Al-Ahzaab ayat 59. Maka mendidik anak untuk berhijab sejak dini juga menjadi sebuah kewajiban bagi orangtua. Anak yang terbiasa menggunakan hijab sejak dini akan lebih mudah dan nyaman dengan berhijab ketika dewasa, bahkan ia akan enggan dan malu bila keluar rumah tanpa menggunakan hijab. Namun berbeda halnya dengan anak yang ketika remaja atau sudah baligh baru diajarkan untuk berhijab, ada kemungkinan sang anak akan berat hati untuk memulainya.

Menutup Aurat Sebagai Bukti Keimanan Dan Dapat Menjaga Diri Dari Berbagai Perbuatan Buruk

Selanjutnya tanamkan pada diri anak perempuan kita bahwa menutup aurat merupakan bukti keimanan seorang muslimah. Karena keimanan harus diwujudkan dengan perbuatan. Dan memahamkan pula kepada mereka bahwa salah satu hikmah dari berhijab bagi seorang wanita adalah dapat menjaga dirinya dari berbagai perbuatan buruk dan niat jahat seperti pelecehan seksual, perzinaan dan lain sebagainya. Dengan berhijab, aurat anak tertutup dengan sempurna sehingga tak lagi menjadi pancingan bagi mata laki-laki.

Berhijab Memuliakan Wanita 

Dengan berhijab juga mengangkat kemuliaan seorang muslimah, karena Rasulullah dalam sebuah haditsnya bersabda,

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"
(HR. Muslim no 1467)

Setiap wanita shalihah tentu adalah wanita yang menutup auratnya dengan berhijab syar’i. Kita sebagai orangtua tentu menginginkan anak kita menjadi muslimah yang mulia serta terjaga. Maka berhijab adalah salah satu jalan untuk mewujudkannya.

Mendidik anak dan membersamai mereka dalam ketaatan memang tak mudah. Namun, beratnya perjuangan kita dalam mendidik anak kita hingga sukses dunia akhirat adalah sebuah perjuangan yang akan dilimpahi pahala, kebaikan, serta ridho Allah SWT. Maka, kita harus senantiasa sabar dan bijak dalam mendidik anak sesuai tuntunan Allah dan RasulNya.

Wallahu'alam bisshowwab 

banner zoom