Indonesia Berkah dengan Islam

Indonesia bercita-cita untuk menjadi negeri maju, adil dan beradab. Ini hanya akan terwujud jika menggunakan Islam dalam mengatur kehidupan rakyat. 
________________________________________

Oleh: Ayu Susanti, S.Pd 

Masalah dalam kehidupan sudah menjadi hal lumrah. Termasuk masalah yang dirasakan oleh negara. Masalah yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini seperti tidak ada habisnya. Politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lain sebagainya sedang mengalami permasalahan yang tak ada habisnya. Hal ini pun menjadi bahan diskusi dan senantiasa dipikirkan oleh tokoh-tokoh umat termasuk tokoh muslim. Seperti pertemuan tokoh muslim yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ketujuh di Bangka Belitung (Babel) pada 26-29 Februari 2020. Dalam kongres ini akan dibahas upaya perjuangan umat untuk memajukan NKRI. "Dengan tema 'Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab'. Adil dan beradab ini kita ambil kata kunci dari Pancasila. Nah, tema ini sedang dielaborasi dalam satu materi pokok," jelas Wasekjen MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Amirsyah Tambunan dalam konferensi pers persiapan KUII ketujuh di gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020). (detik.com, 9/01/2020). 

Ketua Steering Committee Kongres Umat Islam Indonesia VII Anwar Abbas mengatakan tujuan KUII secara khusus untuk kembali meneguhkan kiblat bangsa. "Sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945 serta ajaran Islam," kata Buya Anwar kepada wartawan di Jakarta, Rabu. Sekjen Majelis Ulama Indonesia itu mengatakan dalam KUII VII, MUI juga ingin merumuskan rancangan dan strategi bagaimana memaksimalkan peran umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kebudayaan. MUI, kata Ketua PP Muhammadiyah, juga ingin mewujudkan peran terbaik umat Islam dalam menjaga keluhuran agama dan mengelola negara. KUII VII, lanjut dia, juga menargetkan bisa menguatkan harmoni umat Islam Indonesia dalam mengawal kiblat bangsa.( https://sumbar.antaranews.com/, 12/02/2020). 

Dengan adanya kongres ini, tentu umat berharap Indonesia menjadi lebih baik lagi. Menjadi negara maju, adil, beradab serta umat muslim khususnya bisa memaksimalkan perannya dalam aspek kehidupan baik ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan kebudayaan. Namun bisakah harapan itu terwujud?

===

Penyebab Polemik Negeri

Dari awal kemerdekaan sampai saat ini, negeri yang terkenal dengan SDA yang melimpah ini masih berstatus sebagai negara berkembang. Jika melihat lebih dalam ternyata banyak sekali permasalahan yang dialami negara berkembang ini. Politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kebudayaan serta bidang kehidupan yang lainnya selalu bermasalah. Indonesia dengan sejuta kekayaan yang dimilikinya ternyata tak mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Sehingga banyak sekali masalah ekonomi yang bermunculan. Kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, kelaparan dan lain sebagainya. 

Masalah kompleks ini diperparah dengan kebijakan-kebijakan yang semakin menambah beban hidup. Seperti masalah pendidikan, kesehatan dan layanan publik lainnya yang justru tak bisa bebas diakses oleh masyarakat. Semuanya bersyarat, siapa yang memiliki uang banyak dia bisa bersekolah dengan mudah dan dapat mengakses kesehatan dengan cepat serta layanan publik lainnya dapat dinikmati cuma-cuma. 

Padahal dengan kekayaan SDA yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan berpengaruh di dunia. Namun mengapa hal ini bisa terjadi?

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. Ar-Rum:41). 

Jika kita merujuk pada ayat di atas penyebab kerusakan yang terjadi di muka bumi ini adalah perbuatan manusia itu sendiri. Banyak sekali ulah tangan manusia yang hanya bisa menciptakan kerusakan. 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”(TQS. Thoha:124). 

===

Perbuatan manusia yang dapat melahirkan kerusakan dan kehidupan sempit adalah berpaling dari peringatan Allah, sang Pencipta. Faktanya saat ini manusia tidak mengindahkan peringatan dari Allah, yakni melalaikan hukum-hukum Allah bahkan tak sedikit yang mendustakannya. 

Lebih dari itu, tidak menerapkan hukum Allah dalam kehidupan. Sehingga hanya kerusakan yang terjadi, kesempitan hidup yang dirasakan. Tak ada keamanan, ketenteraman dan kedamaian di dunia ini. Masalah datang bertubi-tubi karena semua menggunakan aturan manusia yang serba lemah dan terbatas. 

Masalah-masalah itu akan terus terjadi selama kita masih mempertahankan aturan buatan manusia, yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan (sekularisme). Pranata kehidupan yang sarat nafsu dan jauh dari tuntunan wahyu. Padahal Allah SWT telah mengingatkan kita semua: 

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”. (QS. Shad: 26)

Lantas apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan?

===

Islam, Solusi Satu-Satunya

Indonesia bisa menjadi negara maju, adil dan beradab saat penduduk negeri ini taat pada Allah.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96).

Imam Nawawi menyebut bahwa yang dimaksud dengan berkah adalah tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan kebaikan yang berkesinambungan. 

Islam adalah agama sempurna (Al-Maidah: 3) yang dari Zat Yang Maha Sempurna, tak hanya mengatur ibadah ritual saja seperti sholat, zakat, puasa, naik haji namun Islam adalah sistem hidup yang mengatur politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hukum sanksi dan lain sebagainya. Sehingga apabila diterapkan, Islam mampu memecahkan semua permasalahan kehidupan dengan tepat. 

Indonesia bercita-cita untuk menjadi negeri maju, adil dan beradab. Ini hanya akan terwujud jika menggunakan Islam dalam mengatur kehidupan rakyat. 

Oleh karena itu, sebagai muslim memiliki peran yang besar untuk mewujudkan hal ini. Selain memaparkan kerusakan-kerusakan akibat diabaikannya hukum Allah, umat muslim berperan untuk senantiasa melakukan edukasi kepada umat tentang Islam sebagai aturan menyeluruh dalam kehidupan. Edukasi ini bisa membuat masyarakat paham betapa pentingnya untuk menerapkan Islam dalam kehidupan. Sehingga kesadaran umat berlandaskan dorongan akidah ini, mampu mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negeri maju, adil dan beradab. 

Wallahu’alam bisshawab.

—————————————
Sumber :Muslimah News ID 
banner zoom