-->

Fenomena Down Grade, Bukti Nyata Cacatnya Demokrasi (Part 2)

Oleh : Maulli Azzura 

Kita butuh solusi yang mendasar!
‎
‎Fenomena Down grade ini merupakan alarm yang serius untuk segera kita akhiri. Islam mengajarkan hidup hemat, namun apabila kita mampu untuk membelinya itu bukan sesuatu yang dilarang. Beda dengan fenomena ini, yang secara nyata kita dipaksa untuk hemat karena memang kita tidak mampu dengan biaya hidup yang serba mahal ulah penguasa liberal. 
‎
‎Jika kita berfikir dengan benar maka akan kita temukan sebuah persoalan yang mendasar.Yakni pemikiran masyarakat sekarang masih bertumpu pada pemenuhan kebutuhan saja. Sehingga mereka memandang hidup itu adalah yang utama, padahal harusnya kita kudu berfikir apa tujuan hidup dan setelahnya. Jadi ,butuh perombakan pemikiran yang revolusioner. Yakni pemikiran yang cemerlang yang lahir dari akidah Islam. 
‎
‎Pemikiran itu sendiri mewujud dalam tiga bentuk, yakni : mafahim (pemikiran yang dipahami dan dibenarkan, kemudian mempengaruhi tingkah laku); maqayis (pemikiran yang menjadi standar untuk menilai dan memutuskan, menerima atau menolak), dan qana'aat (pemikiran yang tertanam mendalam, dianggap sudah memuaskan dan final). 
‎
‎Sandaran hidup haruslah lahir dari kesadaran yang benar tentunya dengan proses berfikir yang Islami. Sehingga dapat menyadarkan kita betapa terpuruknya dalam kubangan sistem kufur. Dengan demikian timbul-lah sebuah kebangkitan yang revolusioner bagaimana kita menyelesaikan persoalan hidup ini.

Sadar betul bahwa ini akibat buruknya sistem kapitalis liberal yang kita adopsi selama ini. Maka , masyarakat akan senantiasa melihat dengan jeli kecacatan dalam prosedur, atau kecacatan yang sangat parah dari sisi pelaksanaan oleh negara.
‎
‎Negara adalah institusi penegak mafahim, maqayis dan qana'at dalam masyarakat (kiyanun tanfidziyy limajmu'atil mafahim wal-maqayis wal-qana'at). Apa yang dia terapkan hanya merefleksikan MMQ yang larut dalam masyarakat.Selama mafahim, maqayis dan qana'at mereka tidak berubah  maka mereka tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan. Kecuali mereka mau beranjak menuju  perubahan yang superfisial untuk mewujudkan jalannya sistem yang baik dalam mengejawantahkan pemikiran yang menjadi MMQ mereka.Yakni membangun kembali keagungan mabda' islam dengan terwujudnya Daulah Khilafah Rasyidah di muka bumi ini. 
‎Wallahu A'lam Bishowab 
‎
‎