-->

Tawuran Pelajar Kembali Terulang, Bukti Gagalnya Pendidikan Ala Kapitalisme

Oleh: Apriani (Mahasiswa dan Aktivis Dakwah)

Dikutip dari Tribunjogja.com, aksi tawuran antar pelajar terjadi di jalan Purworejo-Magalang KM 16, Dusun Simpu, Desa Ketosari, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada senin (17/7/2023). 

Peristiwa tawuran terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Dalam tawuran tersebut terlihat dua kelompok pelajar bercelana abu-abu saling serang dan kejar-kejaran dijalan raya. Bahkan beberapa dari mereka terlihat membawa senjata tajam. Persitiwa ini tidak hanya terjadi di Purwerojo saja. 

Dikutip dari tangerangnews.com, Seorang pelajar terluka parah usai terkena sabetan senjata tajam dalam aksi tawuran di wilayah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 22 Juli 2023, pukul 16.00 WIB. Pada kejadian tawuran tersebut menyebabkan satu pemuda yang terluka parah. Korban pun meringis kesakitan karena banyak darah yang berlumuran di sekujur tubuh.

Sedangkan dari laman Bogor, beritasatu.com, sebanyak 20 pelajar tawuran manangis massal dan bersimpuh di kaki orang tua mereka saat dipertemukan di Polsek Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/7/2023). 

Pantulan Pendidikan Dalam Dunia Kapitalis

Seiring maraknya tawuran pelajar di beberapa tempat. Hal ini tidak lain disebabkan karena gagalnya penguasa dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan pendidikan. Gagalnya penguasa karena penerapan sistem kapitalisme dalam. Hal ini karena dalam pendidikan saat ini tidak terbentuk  pemikiran islami, perasaan dan aturan yang sama antar sesama manusia dalam dunia pendidikan. Bahkan dalam sistem sekarang pelajaran agama dijadikan sebagai pelajaran tambahan. Sehingga bisa menyebabkan minimnya pemahaman generasi terhadap agamanya dan dalam membentukan kepribadian Islam (syakhsiyah Islamiyah). Sehingga wajar saat timbul masalah, maka akan saling menyakiti antar sesama. Inilah potret gagalnya dunia pendidikan yang menjadikan kapitalisme sebagai asasnya.

Corak kehidupan saat ini sangat dipengaruhi oleh cara pandang sekularisme-liberalisme. Paham yang berasal dari dunia Barat ini mengantarkan pada kondisi kehidupan yang terpisah dari agama. Pemisahan ini mendorong dalam diri manusia bisa berbuat sesuka hati mereka tanpa takut jika perbuatan yang dilakukan merugikan orang lain atau  bahkan tidak mempedulikan lagi apakah perbuatan tersebut dibolehkan dalam Islam. Paham ini memunculkan kondisi remaja sekarang yaitu kematangan fisik yang tidak diimbangi kematangan ketaatan. Jelas pada kondisi ini mendorong remaja bebas  untuk mendapatkan eksistensinya sebagai makhluk dewasa dengan jalan tawuran antar pelajar yang terjadi saat ini di beberapa tempat. 

Islam Solusi Tuntas

Islam dalam menjaga generasi agar tidak rusak, harus melibatkan tiga peran yaitu: keluarga, masyarakat dan Negara khilafah. Dalam keluarga, Islam telah memerintahkan para orang tua mendidik anak mereka dengan berlandaskan ketaatan kepada Allah. Pada sisi masyarakat sebagai penerapan aturan kehidupan remaja Islam memerintahkan masyarakat hidup dalam kondisi damai dan saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada keburukan dan Negara berperan menyediakan pendidikan berbasis aqidah Islam yang mendorong generasi untuk selalu taat kepada Allah SWT. Sehingga dari lembaga pendidikan terbentuk generasi yang berkepribadian Islam.

Permasalah yang terjadi dalam dunia pendidikan hanya bisa dituntaskan dengan adanya ketiga peran tersebut. Sehingga bisa menyelesaikan permasalah generasi saat ini dalam bidang pendidikan.