OPINI KHILAFAH MEMANAS! REZIM KETAR-KETIR

Oleh : Halimah, S. Mat

Penamabda.com - Bertepatan dengan tahun baru Islam 1442 H atau 20 Agustus 2020 M, jagat maya diguncang dengan opini KHILAFAH. Tabir sejarah yang sekian lama dikaburkan dan pelan-pelan dihilangkan hingga tak tercium baunya, kini menunjukkan eksistensinya. Zaman modern hari ini, mencatat sebuah peristiwa penting dan takkan terlupakan bagi pejuang dan penghalangnya. Ya, sebuah penayangan film dokumenter yang mengangkat tabir sejarah yang membisu ke permukaan, yakni Jejak Khilafah Di Nusantara (JKDN)

Film ini diangkat oleh tim Khilafah Channel dan Media Ummat berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Islam. Tujuan pembuatan film ini tidak terlepas dari kegundahan para intelektual muslim yang menyaksikan kegagalpahaman rezim dan masyarakat hari ini tentang ide Khilafah khususnya. Padahal jika ditanya, siapa yang paling berjasa untuk kemerdekaan RI ? Bisa dipastikan rata-rata masyarakat Indonesia takkan bisa memungkiri, bahwa jasa orang Islam lah yang paling berperan dalam terciptanya  kemerdekaan RI.

Penayangan film tanggal 20 Agustus 2020 sangat banyak menuai berbagai cercaan, hinaan, fitnah dan lainnya jauh sebelum penayangan dilakukan. Layaknya Abu Jahal dan dedengkotnya yang selalu berusaha memutar otak, mencari cara agar Dakwah Rasulullah tak tersebar. Pada penayangan film Ini, nampak lah sekutu Abu Jahal bergentayangan. Mulai dari memfitnah, menghalang-halangi pemutaran film dengan menggunakan kekuasaan yang mereka miliki. 
          
Ketar-ketir rezim Demokrasi-Sekuler sangat nampak diambang kegoncangan. Demokrasi yang katanya bebas berekspresi hanya menjadi fatamorgana. Konten porno dibiarkan, hingga keuntungan dari produksinya paling tinggi ditengah pandemi ini. Tercatat, situs yang banyak diakses masyarakat Indonesia Pornhub setidaknya setiap 39 detik, ada sebuah video Porno tercipta. Setiap menit, sebuah film Porno dihasilkan. Dalam setahun, ada 13 ribu video Porno yang diproduksi. Belasan ribu video Porno tersebut diketahui mampu menghasilkan pendapatan US$13 miliar atau setara dengan Rp194 triliun (traffickinghub.com). Kita hanya perlu menjadi manusia untuk menilai kepalsuan rezim hari ini. Konten Intelektual terkalahkan oleh konten porno yang mudah aksesnya dan sangat jelas kerusakannya.
          
Sudah selayaknya, ummat Muslim dunia bersatu. Satu pikiran, yakni menerapkan ideologi yang haq. Meninggalkan ideologi kapitalisme-sekuler yang jelas kerusakannya. Islam adalah harga Mati, jutaan penghalang takkan mampu memadamkan kesempurnaannya. Jejak keemasannya tak mudah untuk dikubur. Para pejuang siap mengucurkan darahnya untuk kemenangan ini. Tipu daya, fitnah dan berbagai cara licik rezim dan sekutunya justru hanya akan membuat para pejuang berkobar api semangatnya. Khilafah janji Allah, sang pemilik alam semesta dan isinya. Mudah bagiNya untuk memenangkan kaum muslim, hanya saja Allah ingin melihat seberapa jauh hamba-hambaNya dalam mengambil bagian dari perjuangan tegaknya diin ini. Allahu Akbar.
banner zoom