Siapkan Strategi Agar Stay At Home Tetap Happy

Oleh : Heni Satika (Praktisi Pendidikan)

Penamabda.com- Stay at home saat wabah covid 19 seperti sekarang ini, bisa jadi bencana jika kita tidak menyikapi dengan baik. Bukan hanya virus yang akan menyerang kita, jika tidak hati-hati menjaga kesehatan. Yang lebih serius lagi adalah rumah seperti neraka. Saya tidak berlebihan mengatakan itu. Bayangkan, ketika kita disuruh stay at home. Tetapi secara finansial kita dibiarkan oleh penguasa. Jika kita manut, bisa mati kelaparan. Tidak boleh keluar rumah tapi tak ada jaminan.

Masalah selanjutnya adalah anak-anak dan ibunya. Selama ini banyak ibu yang keluar rumah untuk kerja. Maklum di era kapitalis yang serba mahal, banyak menuntut peran wanita untuk berjibaku berdampingan dengan suami agar dapur tetap ngebul. Memberikan kehidupan yang layak untuk anak-anak. Akibatnya peran keibuannya sebagai pendamping anak-anak, sering terabaikan.
 
Tiba-tiba sekarang stay at home bersama anak. Bisa jadi gagap laku. Sudahlah ekonomi mepet, anak-anak rewel, kita tidak mengerti harus melakukan apa. Rumah berantakan, melihat anak-anak kerjaannya main terus. Ditambah lagi sistem pendidikan kita selama ini, bukan mempersiapkan anak untuk terjun ke masyarakat. Membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan. Hanya sibuk urusan akademik tanpa memperhatikan pola fikir dan pola sikapnya sudah sesuai tuntunan agama atau belum? 

Tiba-tiba guru mengalihkan semua tugas secara online. Bayangkan dari jam 07.00  15.00 semuanya mau diangkut lewat online. Pantesan KPAI melayangkan protes. Lihatlah betapa mengenaskan nasib ibu. Bisa jadi para ibu bukan menderita karena virus tapi menderita akibat frustasi, hipertensi, dan fluktuasi rupiah.

Semua terjadi secara tiba-tiba, beginilah hebatnya sistem peraturan. Karena sesungguhnya masyarakat itu terdiri dari individu, peraturan, pemikiran dan perasaan. Selama ini kita sebagai individu dibesarkan oleh sistem kapitalis yang asasnya manfaat. 

Pemikiran liberal yang mendewakan kebebasan dan perasaan bahagia jika punya materi atau uang yang banyak. Tiba-tiba semua berubah. Ambyar.

Lalu bagaimana menyikapinya? Siapkan strategi agar stay at home = always happy. Karena ibu yang bahagia akan membuat suasana berbeda. Ibu stress dijamin tidak beres.

1. Ikhlaskan diri, semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. 

2. Banyaklah bersyukur atas apa yang kita miliki, lihatlah ke bawah jangan ke atas. Banyak sekali kenikmatan yang Allah berikan terkadang kita abai memandangnya. Terimalah anak-anak kita, pandanglah mereka memakai sudut pandang anak. ingat kita pernah jadi anak kecil, tapi mereka belum pernah jadi tua seperti kita.

3. Bermain, lari-lari, ingin tahu, mencoba banyak hal adalah fitrah mereka. Jadi rumah berantakan biasa nanti dicari strategi untuk merapikan. Tapi jangan sampai merusak fitrah anak, berbahaya.

4. Ajal, rezeki sudah diatur sama pemilikNya. Jadi tenanglah.usahakan yang memang harus diusahakan. Seperti menjaga kesehatan, dan mengikat ikat pinggang agar dapur tidak kedodoran.

5. Perbanyak ilmu, stay at home memberikan kita kesempatan untuk menimba ilmu. Bagaimana Islam menghadapi wabah, jangan lupa fiqihnya biar tidak salah kaprah.

6. Untuk urusan mendidik dan membersamai anak saya bisa berikan sedikit bantuan. Gadget untuk anak tetap dalam pengawasan, artinya harus dibatasi. Dekatkan mereka dengan alam dan lingkungan. 

7. Libatkan mereka dalam tugas harian. Buatlah project sederhana, bermainlah bersama anak, ada banyak inspirasi di google. Jadikan ini sebagai tantangan bukan hambatan. 

8. Bukalah sirah, mendongenglah bersama anak. Ternyata pada masa lalu khilafah Islam mampu mengatasi wabah seperti sekarang ini. Mungkin anda familiar dengan lockdown. 

Ternyata itu cara Islam, ada banyak hal yang bisa kita lakukan.

Semoga beberapa strategi ini bisa membantu para ibu yang sempat mengalami stress dalam mendampingi putra-putrinya study at home. Sejatinya ini merupakan kesempatan besar yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam mendidik ananda. [PM] 
banner zoom