RAHASIA MENGUBAH NASIB
Oleh : Fajri al-Abqary
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan (nasib) suatu kaum (seseorang), sehingga (syaratnya) mereka mengubah apa yang ada (pola pikir) pada diri mereka sendiri." (QS ar-Ra'd: 11).
Maksud ayat di atas, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi kepada kondisi yang lain sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka, terutama pada keyakinan, sikap, pola pikir, dan perilaku mereka.
Sebagai contoh kenapa seseorang bisa kecanduan main game, karena main game sangat menyenangkan. Main game adalah cara paling mudah untuk mendapatkan kesenangan. Setiap level kesulitan bukan dijadikan masalah tapi itu adalah tantangan.
Setiap kali seseorang menjadikan suatu kesulitan adalah tantangan maka muncullah rasa keinginan untuk mengatasinya. Semakin rumit kesulitannya semakin besar juga tantangannya semakin tinggi pula level kemampuannya.
Jika dipikir-pikir apa sih yang didapatkan dari kemenangan main game? Hanya satu, yaitu skor. Apakah skor itu bermanfaat dalam kehidupan nyata sehari-hari? Apakah skor bisa dipakai untuk jajan beli makanan atau minuman? Apakah skor bisa dipakai untuk membayar uang sekolah? Apakah skor bisa membuat orang tuanya bangga? Apakah skor bisa membuat seseorang dihargai oleh teman-temannya? Jawabannya pasti TIDAK!
Jadi, pada hakikatnya kesenangan main game adalah kesenangan semu. Padahal berapa banyak waktu yang sudah dikorbankan, tenaga, pikiran, perasaan, dan uang untuk beli kuota? Permainan game telah mencuri waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan uang para gamers, bahkan mencuri masa depan yang cemerlang.
Mulai saat ini ucapkan selamat tinggal kepada game, terima kasih game karena telah mengajarkan arti pentingnya sebuah pengorbanan. Mulai sekarang jangan sia-siakan pengorbananmu. Jadikanlah skor game dalam kesenangan semu menjadi skor atau nilai yang bermanfaat dalam kehidupan nyata sehari-hari di dunia dan lebih-lebih lagi bermanfaat untuk kehidupan di akhirat.
Investasikan waktu untuk belajar ilmu apa pun, terutama mempelajari ilmu agama agar dapat beramal shalih dengan benar sehingga mendapatkan skor terbaik berupa pahala disisi Allah. Karena Allah sangat membenci seseorang yang pandai ilmu dunia tapi bodoh ilmu agama.[]

Posting Komentar